Cadangan Devisa Turun Jadi US$ 136 Miliar, buat Bayar Utang Luar Negeri

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 08 Jun 2021 12:32 WIB
Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini masih berada di level Rp 14.100. Dolar AS sempat tersungkur dari level Rp 14.500an hingga ke Rp 14.119 pada Sabtu pekan lalu.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2021 tetap tinggi sebesar US$ 136,4 miliar. Angka ini menurun dibandingkan dengan posisi pada akhir April 2021 sebesar US$ 138,8 miliar.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menjelaskan posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 9,5 bulan impor atau 9,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

"Serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor," kata dia dalam siaran pers, Selasa (8/6/2021).

Bank sentral menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

"Penurunan posisi cadangan devisa pada Mei 2021 antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri Pemerintah," jelas Erwin.

Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi.

Lihat juga Video: Indonesia Bidik Wisata Olahraga Sebagai Sumber Devisa Baru

[Gambas:Video 20detik]



(kil/fdl)