Investasi Lucky Star Bikin Rugi Rp 1 M, Satgas: Sudah Ilegal Sejak 2020

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 08 Jun 2021 17:05 WIB
Pelaku Penipuan Investasi Bodong Lucky Star Inisial HS
Foto: Karin Nur Secha/detikcom
Jakarta -

Seorang warga Jakarta Barat mengaku menjadi korban investasi Lucky Star dan melaporkan kasus penipuan tersebut ke Polres Metro Jakarta Barat.

Menanggapi hal tersebut Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing menjelaskan jika Lucky Star ini sudah masuk dalam daftar ilegal sejak tahun lalu.

"Sudah masuk daftar ilegal oleh Satgas Waspada Investasi sejak September 2020 lalu," kata dia saat dihubungi detikcom, Selasa (8/6/2021).

Dia menyebutkan Lucky Star ini melakukan kegiatan perdagangan forex tanpa izin dengan imbal hasil 4-6% per bulan. "Mereka itu dagang forex tanpa izin, imbal hasilnya 4 sampai 6% sebulan," jelas dia.

Tongam meminta kepada masyarakat, sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Harus memeriksa legal dan logis. Maksudnya, legal adalah semua perizinan yang terkait dengan tempat investasi tersebut. Kemudian logis, artinya harus paham jika tidak ada imbal hasil yang besar dan ditawarkan dalam waktu cepat.

"Misalnya ada yang menawarkan investasi dengan keuntungan besar sekali 30% sebulan. Itu tidak mungkin, jadi harus diperhatikan juga," ujar dia.

Menurut Tongam, jika memang ingin berinvestasi bisa di tempat investasi yang berizin atau investasi di instrumen yang legal seperti emas, deposito, reksa dana atau saham.

"Jadi jangan mengharapkan imbal hasil dengan cepat, itu tidak mungkin," ujar dia.

Tongam menyebutkan, selama ini investasi ilegal yang paling merugikan adalah yang menggunakan skema money game. Seperti Dream for Freedom yang meminta masyarakat memasukkan sejumlah uang dan akan diberikan imbal hasil yang tinggi.

Lihat juga video 'Investasi Bodong EDC-Cash Tipu 57 Ribu Member, Raup Ratusan Miliar!':

[Gambas:Video 20detik]



(kil/fdl)