Cek! Sri Mulyani Rilis Aturan Baru soal Subsidi Bunga

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 11 Jun 2021 22:38 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hadir dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI. Rapat itu membahas pagu indikatif Kementerian Keuangan dalam RAPBN 2022
Foto: Rengga Sancaya: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merilis Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 50 tahun 2021. Aturan merupakan perubahan dari PMK 138/PMK.05/2020 tentang Tata Cara Pemberian Subsidi Bunga/ Subsidi Margin dalam rangka mendukung pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional.

Aturan tersebut menyatakan batas waktu subsidi bunga bagi para debitur terdampak COVID-19 diperpanjang. Pasal 8 PMK 50 menegaskan subsidi bunga diperpanjang pemberiannya hingga 30 Juni 2021. Setelah sebelumnya, di tahun 2020 hanya sampai bulan Desember saja.

"Untuk tahun 2021, diberikan dalam jangka waktu paling lama 6 bulan mulai berlaku sejak tanggal 1 Januari 2021 dan paling lama sampai dengan 30 Juni 2021," bunyi pasal 8 ayat 1b dikutip detikcom, Jumat (11/6/2021).

Adapun subsidi bunga diberikan kepada debitur perbankan, perusahaan pembiayaan, dan Lembaga Penyalur Program Kredit Pemerintah yang memenuhi persyaratan.

Syarat itu diatur dalam perubahan Pasal 7, rincinya sebagai berikut:

a. Merupakan UMKM dengan plafon kredit/pembiayaan paling tinggi Rp 10 miliar
b. Memiliki baki debet/pembiayaan sampai dengan 29 Februari 2020
c. Tidak masuk dalam daftar hitam nasional untuk plafon kredit/pembiayaan di atas Rp 50 juta
d. Memiliki kategori performing loan lancar dihitung per 29 Februari 2020
e. Wajib memiliki NPWP

Dalam pasal 7 ayat 4 disebutkan bahwa subsidi bunga juga diberikan untuk debitur lainnya yakni yang melakukan KPR sampai dengan tipe 70 serta juga debitur kredit kendaraan bermotor untuk usaha produktif, termasuk yang digunakan untuk ojek atau usaha informal.

Besaran subsidi bunga yang diberikan tahun ini diatur dalam perubahan pasal 8 ayat 6. Berikut ini rinciannya:

1. Plafon kredit Rp 10 juta diberikan subsidi sebesar bunga atau kredit yang dibebankan kepada debitur dan paling tinggi 25%
2. Plafon kredit/pembiayaan di atas Rp 10 juta sampai Rp 500 juta diberikan subsidi bunga paling tinggi 3%
3. Plafon kredit di atas Rp 500 juta - Rp 10 miliar akan diberikan subsidi bunga paling tinggi 1,5%

(hal/hns)