Pandemi, Layanan Mobile Banking bank bjb Tumbuh 117,4%

Nurcholis Maarif - detikFinance
Kamis, 24 Jun 2021 18:51 WIB
Bank bjb
Foto: Bank bjb
Jakarta -

Layanan digital bank bjb mengalami kenaikan selama pandemi. Mulai dari pertumbuhan mobile banking bank bjb, peningkatan jumlah merchant yang tergabung dalam sistem pembayaran QRIS bank bjb, dan fee based income dari transaksi e-channel bank bjb yang tumbuh hingga 54,25% year on year.

Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi mengatakan pada tahun 2020, bank bjb berhasil memperoleh berbagai persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun BI dalam hal sistem pembayaran digital. Platform digital yang dikembangkan bank bjb telah disetujui dan terbukti lolos sejumlah tes yang diperlukan.

"Pada saat yang bersamaan, terjadilah pandemi. Jadi dalam periode shifting transaksi perbankan konvensional menuju digital tersebut, bank bjb memperoleh berkah karena berhasil tumbuh dengan pesat di Jawa Barat dan Banten," ungkap Yuddy dalam dalam keterangan tertulis, Kamis (24/6/2021).

Dalam talkshow Money Talks Power Lunch: Digitalisasi BPD di CNBC Indonesia, Yuddy memaparkan aplikasi mobile banking bank bjb, yakni bjb Digi, berhasil tumbuh signifikan pada periode Desember 2020 hingga pertengahan Juni 2021 dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan saja. Pertumbuhan bjb Digi tercatat mencapai 117,4%.

bank bjb saat ini juga telah mengadopsi sistem pembayaran berbasis QRIS, yakni QR Code Indonesian Standard sebagai moda transaksi digital yang mudah dan praktis. Jumlah merchant yang tergabung dalam sistem pembayaran QRIS bank bjb juga melesat selama pandemi.

"Ekosistem QRIS merchant kami tumbuh eksponensial, meningkat hampir 20 kali lipat dari Desember 2020 hingga pertengahan Juni 2021," ungkap Yuddy.

Selain itu, fee based income dari transaksi e-channel bank bjb juga tumbuh hingga 54,25% year on year. Yuddy mengatakan bank bjb memiliki kesempatan luas untuk terus mengembangkan produk digital banking-nya. Terlebih karena ekosistem yang dimiliki di Jawa Barat dan Banten memiliki potensi tinggi untuk dioptimalkan, mengingat kurang lebih 1/5 penduduk Indonesia berada di dua wilayah tersebut.

"Tahun 2021 ini menjadi tahun di mana kami berupaya memberikan kemudahan-kemudahan pada para nasabah setelah kami melakukan transformasi di awal 2020 dengan kemunculan berbagai platform," ujarnya.

"Arah bank bjb untuk memperkuat ekosistem digital di Jabar sudah on the track. Mudah-mudahan (transaksi digital) bisa terus menjadi secondary backbone dalam penerimaan fee-based income kami," imbuhnya.

Dia mengatakan hal yang menjadi tantangan dalam mewujudkan masyarakat cashless dan melek transaksi digital adalah literasi dan edukasi masyarakat harus terus diyakinkan bawa transaksi melalui QRIS adalah hal yang aman.

"Literasi apsek security ini harus terus kita lakukan pada masyarakat, bahwa QRIS adalah alat pembayaran yang aman," ungkap Yuddy.

Menurut Yuddy, seiring dengan perkembangan zaman dan hadirnya perusahaan jasa keuangan berbasis teknologi (fintech) serta akses dan literasi masyarakat terhadap berbagai layanan berbasis internet atau digital terus berkembang turut berdampak pada dunia perbankan, yaitu minat masyarakat untuk dapat mengakses produk dan layanan perbankan secara digital juga semakin meningkat.

Oleh karena itu, bank bjb terus memperluas layanan digitalnya sebagai bentuk komitmen pelayanan masyarakat. Salah satunya yang terbaru adalah melalui kehadiran bjb Layanan Akses Kredit UMKM atau bjb LAKU.

bjb LAKU merupakan aplikasi yang berfungsi mempermudah calon nasabah untuk mendapat akses pembiayaan dari seluruh Segmen Kredit UMKM bank bjb. Program ini diperuntukkan bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama para pelaku UMKM yang tengah membutuhkan akses pembiayaan kredit. bjb LAKU dapat berperan meningkatkan kapasitas usaha para pelaku UMKM.

(ncm/hns)