4 Fakta Menarik soal BNI, Apa Saja?

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 05 Jul 2021 14:58 WIB
Gedung BNI
Foto: dok BNI
Jakarta -

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI telah menapaki usia 75 tahun. Sepanjang perjalanannya, terdapat sejumlah fakta menarik meliputi bank BUMN tersebut. Apa saja?

1. BNI Jadi Bank Pertama Milik Indonesia

BNI adalah bank pertama yang dimiliki Indonesia. Pada awalnya didirikan di Indonesia sebagai bank sentral berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (UU) Nomor 2 Tahun 1946 tanggal 5 Juli 1946.

Pada 1950, BNI sebagai bank pembangunan dan diberikan hak untuk bertindak sebagai bank devisa.

Kemudian BNI bertransformasi berdasarkan UU Nomor 17 tahun 1968, dan ditetapkan menjadi Bank Negara Indonesia 1946. Statusnya pun menjadi Bank Umum Milik Negara. Demikian dikutip detikcom dari laman resmi BNI, Senin (5/7/2021).

2. Kantor Cabang Luar Negeri Pertama di Singapura

Sejak didirikan tahun 1946, BNI telah membawa cita-cita menjadi kekuatan moneter di dunia internasional bagi NKRI yang baru saja merdeka. BNI untuk pertama kalinya mendirikan kantor cabang di luar negeri pada 1955, tepatnya di Singapura.

Kini, dengan 6 kantor cabang di luar negeri, BNI mendapatkan amanah dari Kementerian BUMN agar menjadi bank yang fokus pada pelayanan dan jaringan internasional. Saat ini, BNI mempunyai jaringan kantor cabang luar negeri (KCLN) di enam pusat keuangan dunia, yaitu Singapura, Hong Kong, Tokyo-Jepang, New York Amerika Serikat, Seoul-Korea Selatan, dan London-Inggris.

3. Bank BUMN Pertama yang IPO

BNI menawarkan saham perdana kepada masyarakat dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada 1996. Hal itu menjadikannya sebagai bank pemerintah pertama yang menjadi perusahaan terbuka.

BNI kemudian menerbitkan saham baru yang dicatatkan di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya bersamaan dengan program divestasi saham pemerintah pada 2007. Akhirnya kepemilikan publik meningkat menjadi 23,64%.

Selanjutnya pada 2010, BNI menerbitkan saham baru melalui Penawaran Umum Terbatas (Rights Issue) sehingga kepemilikan publik meningkat menjadi 40%.

4. Laba Tembus 2 Digit di 2014

Laba bersih BNI untuk pertama kalinya menembus angka dua digit, tepatnya Rp 10,8 triliun pada 2014. Itu sebagai salah satu hasil program transformasi BNI yang dilakukan sejak 2008.

Prestasi tersebut kembali terulang pada 2016, di mana laba bersih BNI mencapai dua digit sebesar Rp 11,4 triliun dengan fundamental yang lebih baik, ditunjukkan dengan coverage ratio mencapai 146% dan CAR 19,4%.

(toy/fdl)