Heboh Soal Rektor Jadi Komisaris, Yuk Kita Tengok Sejarah Panjang UI

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 25 Jul 2021 07:29 WIB
Ilustrasi Kampus UI, Depok
Foto: Grandyos Zafna/detikFOTO

Kampus Universitas Indonesia yang sekarang berdiri di Depok baru dibangun pada 1987. Sebelum ada kampus tersebut, mahasiswa Universitas Indonesia memiliki tiga lokasi kampus yaitu di Salemba, Pegangsaan Timur dan Rawamangun.

Setelah kampus baru didirikan di lahan seluas 320 hektare di Depok, kampus Rawamangun yang mencakup beberapa fakultas dipindah. Di Salemba hanya dipertahankan Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, dan Program Pascasarjana.

Tidak lama setelah tahun 2000, Universitas Indonesia menjadi satu dari beberapa universitas yang mempunyai status Badan Hukum Milik Negara di Indonesia. Perubahan status ini membawa perubahan yang signifikan untuk Universitas Indonesia yaitu otonomi yang lebih besar dalam pengembangan akademis dan pengelolaan keuangan.

Saat itu pemerintah menilai UI telah memiliki kemampuan pengelolaan yang cukup untuk memperoleh kemandirian, otonomi, dan tanggung jawab yang lebih besar dalam berperan sebagai kekuatan moral yang mendukung pembangunan nasional.

Berdasarkan hal tersebut maka pemerintah menerbitkan PP No. 152 / 2000 yang menetapkan Universitas Indonesia sebagai Badan Hukum Milik Negara (BHMN).

Status UI kembali berubah di era 2010-an, pemerintah mengeluarkan UU no 12 / 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang kemudian menjadi naungan bagi status hukum UI. Dengan UU tersebut, Perguruan Tinggi BHMN dan Perguruan Tinggi BHMN yang telah berubah menjadi Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Pemerintah dengan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum, ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTN-BH).

Pelaksanaan UU tersebut, khususnya pasal 66 ayat (2), mengantarkan kepada ditetapkannya oleh pemerintah tentang adanya aturan Statuta Universitas Indonesia (Statuta UI).


(hal/zlf)