Setengah Babak 2021, Laba BTN Naik 19,87% Jadi Rp 920 M

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 28 Jul 2021 17:05 WIB
Teller melayani nasabah untuk bertransaksi di Kantor PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Cabang Harmoni, Jakarta, Rabu (16/6/2021). Bank BTN berfokus bagaimana penyaluran dana PEN dapat mendorong industri pembangunan perumahan dapat terus bergerak dalam rangka mendongkrak ekonomi nasional dan masyarakat tetap dapat memiliki rumah di masa pandemi COVID-19.  Dana PEN yang ditempatkan di Bank BTN salah satunya telah disalurkan dalam bentuk  subsidi bunga KPR  dan UMKM dengan jumlah kurang lebih mencapai 1,15 juta debitur dengan nilai sekitar Rp2,49 triliun.
Foto: dok. Bank BTN
Jakarta -

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatat laba bersih sebesar Rp 920 miliar sepanjang semester I-2021. Pencapaian itu naik 19,87% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 768 miliar.

"Dari berbagai upaya BTN dapat memberikan laba sebesar Rp 920 miliar atau tumbuh kurang lebih 20% dibanding triwulan II tahun lalu," kata Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo dalam konferensi pers virtual, Rabu (28/7/2021).

Haru menjelaskan perolehan laba bersih salah satunya ditopang oleh pertumbuhan penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar 5,59% secara tahunan (year-on-year/yoy), dari Rp 251,83 triliun menjadi Rp 265,9 triliun. Pertumbuhan itu di atas rata-rata industri perbankan nasional yang hanya tumbuh 0,45% yoy per Juni 2021.

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi masih menjadi motor utama penggerak penyaluran kredit BTN dengan kenaikan 11,17% yoy menjadi Rp 126,29 triliun per kuartal II-2021. KPR Non-subsidi juga tumbuh perlahan di level 0,90% yoy menjadi Rp 80,59 triliun. Kredit konsumer non-perumahan tercatat meningkat di level 17,47% yoy menjadi Rp 5,43 triliun pada kuartal II-2021.

Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) gross BTN terus membaik sebesar 61 bps ke level 4,10% di kuartal II-2021, dari 4,71% di periode yang sama tahun lalu. Penurunan NPL tersebut juga disertai peningkatan pencadangan 1.282 bps dari 107,90% pada kuartal II-2020 menjadi 120,72% di kuartal II-2021.

BTN juga sukses menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 31,84% yoy menjadi Rp 298,38 triliun pada kuartal II-2021 dari Rp 226,32 triliun di periode yang sama tahun lalu. Peningkatan DPK tersebut disumbang oleh kenaikan pada seluruh segmen yakni tabungan, giro, dan deposito masing-masing sebesar 17,70% yoy, 15,06% yoy, dan 43,53% yoy per kuartal II-2021.

Meski DPK tumbuh signifikan, BTN berhasil mencatatkan penurunan beban bunga dengan menekan biaya dana (cost of fund/CoF) hingga 171 basis poin (bps). Peningkatan DPK juga menyebabkan Loan to Deposit Ratio (LDR) menurun sebesar 2.216 bps hingga ke level 89,12% di kuartal II-2021.

Laporan keuangan BTN mencatat pertumbuhan ekspansi kredit menjadi pendorong pendapatan bunga BTN. Per kuartal II-2021, BTN mencatatkan peningkatan pendapatan bunga sebesar 1,39% yoy. Beban bunga juga berhasil ditekan turun sebesar 13,63% yoy sehingga pendapatan bunga bersih BTN melonjak di level 28,18% yoy.

Dengan kinerja positif pada kredit dan DPK, posisi aset BTN tercatat senilai Rp 380,51 triliun atau melonjak 20,95% yoy dari Rp 314,60 triliun di periode yang sama tahun lalu.

"Bagi kami, tumbuh positif dan berkelanjutan merupakan prioritas kami terutama dalam menghadapi berbagai tantangan di masa yang akan datang," tutur Haru.

(aid/das)