Kinerja Bank Moncer di Masa Pandemi, Ini Gara-garanya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 30 Jul 2021 16:25 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pandemi COVID-19 masih terjadi di Indonesia. Berbagai sektor masih dalam tekanan dan mengganggu roda perekonomian nasional.

Namun PT Bank Mandiri Taspen mampu mencatatkan kinerja yang baik. Laba bersih pada Semester I 2021 tercatat Rp 310,5 miliar atau naik 48,8% dibandingkan tahun lalu dan Return on Asset (ROA) 2,43% dan Return on Equity (ROE) 18,03%.

Direktur Utama Bank Mandiri Taspen Elmamber P. Sinaga mengatakan pertumbuhan laba ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 55,39% secara year on year (yoy) menjadi Rp 1,19 triliun.

Penyaluran kredit mencatatkan pertumbuhan sebesar 27,7% secara yoy yaitu sebesar Rp 29,22 triliun per 30 Juni 2021 dengan menjaga kualitas kredit yaitu Non Performing Loan (NPL) 0,73%.

Dia menyebutkan capaian kinerja selama semester I 2021 ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan Bank Mandiri Taspen untuk tetap berinovasi di tengah tekanan akibat COVID-19 yang sudah berlangsung lebih dari setahun ini. Keberhasilan ini menjadi semangat bagi manajemen untuk tetap memberikan pelayanan kepada nasabah khususnya pensiunan.

"Tekanan selama pandemi sangat kuat tetapi kami tetap berkomitmen memberikan dukungan dan upaya bagi nasabah maupun masyarakat khususnya pensiunan agar tetap dapat menjalankan aktivitas perekonomian," ujar dia dalam keterangan resmi, Jumat (30/7/2021).

Chief Financial Officer (CFO) Bank Mandiri Taspen Fajar Ari S. menambahkan bahwa peningkatan laba tersebut juga didorong dari efisiensi operasional yang telah dilakukan sehingga rasio atas pendapatan (CER) dapat ditekan menjadi 42,56% dibulan Juni 2021 atau turun sebesar -11,82% dari tahun 2020 sebesar 54,38% serta akibat pandemi ini, perseroan dapat menekan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) yaitu -5,52% dari 83,65% di Juni 2020 menjadi 78,13% di semester I/2021 ini.

Di sisi lain rasio dana murah atau CASA pun meningkat dari posisi akhir Desember 2020 menjadi 30,13% per 30 Juni 2021. Perseroan tercatat memiliki total aset sebesar Rp 41,52 triliun per 30 Juni 2021, meningkat dari posisi akhir Desember 2020 sebesar Rp 35,09 Triliun.

Melihat kinerja selama semester I 2021, Fajar optimistis kinerja sampai akhir tahun 2021 akan tetap dapat terjaga sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Manajemen Bank Mandiri Taspen juga optimis dari capaian kinerja tersebut, perseroan dapat segera masuk dalam kategori Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) III.

Induk usaha Bank Mantap, PT Bank Mandiri Tbk juga mencatat laba bersih sebesar Rp 12,5 triliun pada semester I 2021. Naik 21,45% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 10,29 triliun.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengungkapkan perolehan laba bersih salah satunya ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 21,50% secara year on year (YoY) menjadi Rp 35,16 triliun, serta pertumbuhan pendapatan berbasis jasa (fee based income) sebesar 17,27% YoY menjadi Rp 15,94 triliun.

Dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kredit perbankan pada Juni 2021 tumbuh 0,59%. Kemudian dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 11,28% year on year (yoy). Lalu dari sisi suku bunga, transmisi kebijakan penurunan suku bunga telah diteruskan pada penurunan suku bunga kredit ke level yang kompetitif.

(kil/zlf)