Beda Bank Syariah dan Konvensional, Kamu Sudah Tahu?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 01 Agu 2021 15:22 WIB
Marger Bank Syariah dan Imajinasi Menjadi Bank Kelas Dunia
Foto: detik
Jakarta -

Masyarakat setidaknya mengenal dua jenis bank yang ada di Indonesia, yakni konvensional dan syariah. Meski akrab dengan istilah tersebut, namun tak semua orang mengetahui perbedaannya.

Lalu, apa saja bedanya?

Mengutip laman Bank Muamalat, Minggu (1/8/2021), setidaknya ada 6 hal yang membedakan antara bank konvensional dan syariah. Pertama, dari sisi pengertian atau definisi.

Bank syariah merupakan bank yang menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah atau prinsip hukum islam yang diatur dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) seperti prinsip keadilan dan keseimbangan ('adl wa tawazun), kemaslahatan (maslahah), universalisme (alamiyah), serta tidak mengandung gharar, maysir, riba, zalim dan obyek yang haram.

Sedangkan bank konvensional yaitu bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional yang mana dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran berdasarkan prosedur dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Kedua, asas. Secara asas, bank syariah dan konvensional sebenarnya sama yakni berazaskan demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip kehati-hatian. Namun, bank syariah terdapat prinsip syariah yang tidak ada pada bank konvensional.

Ketiga, fungsi. Meskipun keduanya berfungsi menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat, namun pada bank syariah juga meliputi beberapa fungsi lain yaitu menjalankan fungsi sosial dalam bentuk lembaga baitul mal, menerima dana yang berasal dari zakat, infak, sedekah, hibah, atau dana sosial lainnya dan menyalurkannya kepada organisasi pengelola zakat.

Selain itu, bank syariah juga dapat menghimpun dana sosial yang berasal dari wakaf uang dan menyalurkannya kepada pengelola wakaf (nazhir) sesuai dengan kehendak pemberi wakaf (wakif).

Keempat, regulasi. Pengawasan bank syariah dan konvensional sama-sama dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun, pada bank syariah ada tambahan pengawas yaitu Dewan Pengawas Syariah (DSN).

Apa lagi perbedaannya? Buka halaman selanjutnya.