Permintaan Kredit Naik di Kuartal II, OJK Klaim Ekonomi Mulai Pulih

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 04 Agu 2021 13:27 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pada kuartal II 2021 permintaan kredit mencatatkan kenaikan. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menjelaskan hal ini karena mulai naiknya mobilitas masyarakat pada kuartal II 2021.

Wimboh menyebutkan indikator-indikator ekonomi sampai dengan penghujung kuartal II menunjukkan tren membaik menuju pemulihan ekonomi nasional.

Pada Juni 2021 kredit tercatat tumbuh 1,83%. "Sehingga prediksi pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2021 sebesar 7% dapat tercapai," kata dia dalam keterangannya, Rabu (4/8/2021).

Sebelumnya memang, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II 2021 bisa tumbuh 7%.

Hal ini karena sejumlah indikator pada April, Mei hingga pertengahan Juni menunjukkan kinerja positif. Mulai dari penguatan PMI Manufaktur pada Mei, inflasi inti yang meningkat pada Mei dan indeks keyakinan konsumen yang mulai optimis.

Dia menyebutkan seiring meningkatnya kasus aktif pada Juni 2021 yang menahan kembali aktivitas masyarakat tercermin turunnya kenaikan aktivitas masyarakat dari 6,7% (Mei 2021) menjadi 5,2%, dapat sedikit berpengaruh terhadap prediksi semula.

Efektivitas pelaksanaan PPKM level 4 yang disertai peningkatan distribusi dan pelaksanaan vaksinasi COVID-19, serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan, akan dapat mengakselerasi pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat kedepan.

Pertumbuhan saat ini masih ditopang oleh sektor konsumsi yang sangat tergantung dari mobilitas masyarakat. Untuk itu, perlu di buka ruang sumber pertumbuhan ekonomi baru yang lebih sustain selain sektor konsumsi, yang menyerap tenaga kerja dan beriorientasi ekspor agar ekonomi dapat tumbuh lebih stabil dan berkesinambungan.

Sima juga video 'Menkeu: Sangat Sulit Pulihkan Ekonomi Sebelum Credit Growth Juga Pulih':

[Gambas:Video 20detik]



(kil/zlf)