Kredit Mikro Tumbuh 17%, BRI Cetak Laba Rp 12,54 T di Kuartal II-2021

Yudistira Imandiar - detikFinance
Jumat, 06 Agu 2021 10:44 WIB
Sunarso
Foto: Yudistira Imandiar
Jakarta -

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatatkan laba Rp 12,54 triliun di kuartal II-2021. Pendapatan itu salah satunya ditunjang pertumbuhan penyaluran kredit mikro.

Direktur Utama BRI Sunarso menyampaikan kredit mikro BRI tumbuh 17% di kuartal II-2021. Jumlahnya mencapai Rp 366,56 triliun. Sementara itu kredit konsumer serta kecil dan menengah BRI masing-masing sebesar Rp 145,94 triliun dan Rp 236,82 triliun. Jika diakumulasi, maka total kredit UMKM BRI menyentuh angka Rp 749,33 triliun.

"Porsi UMKM BRI, jadi mikro, kecil dan menengah sudah mencapai 80,62% dari total portofolio kredit BRI. Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama. Komposisi kredit BRI untuk UMK tahun sebelumnya adalah 78,58%," jelas Sunarso dalam konferensi pers virtual, Jumat (6/8/2021).

Sunarso menegaskan, sesuai dengan core bisnis perseroan, porsi kredit UMKM akan terus ditingkatkan.

"Porsi kredit UMKM BRI ini terus ditingkatkan dan perseroan menargetkan angka ini akan tembus 85% pada tahun 2025," jelas Sunarso

Sunarso menyatakan kualitas kredit BRI juga dalam kondisi yang baik. Tingkat NPL BRI berada di level 3,30%.

"Untuk mengcover risiko NPL tersebut BRI juga menyiapkan cadangan yang kita sebut NPL Coverage di kisaran 254,84% atau dibulatkan 255% NPL BRI di-cover cadangan. Jadi cadangannya meng-cover 2,5 kali dari jumlah NPL," terang Sunarso.

Adapun di kuartal II-2021 Dana Pihak Ketiga BRI berjumlah Rp 1096,45 triliun, tumbuh 2,23 persen YoY. Nilai tersebut terdiri dari tabungan Rp 461,7 triliun, giro Rp 191,39 triliun, deposito Rp 443,35 triliun.

"Peningkatan ini mendorong pertumbuhan rasio dana murah BRI 59,56%, atau tumbuh signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya 55,81%. Keberhasilan BRI dalam meningkatkan porsi CASA membuat biaya dana atau cost of fund kita turun signifikan semula 3,54% pada Juni tahun lalu dan Juni tahun ini cost of fund BRI menjadi 2,18%," papar Sunarso.

Kinerja positif tersebut, kata Sunarso, menghasilkan laba Rp 12,54 triliun bagi BRI. Nilai tersebut naik 22,93% dibandingkan laba pada periode yang sama tahun lalu.

(mul/ara)