Bank Mandiri Catat Pertumbuhan Kredit Terbesar ada di Kalimantan

Inkana Putri - detikFinance
Jumat, 06 Agu 2021 12:31 WIB
Bank Mandiri
Foto: Bank Mandiri
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi nasional kuartal II-2021 tumbuh sebesar 7,07% dibandingkan kuartal II-2020. Melihat hal ini, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Darmawan Junaidi optimistis pemulihan ekonomi nasional dapat berlanjut, salah satunya melalui penyaluran kredit.

Di tahun 2021, Bank Mandiri terus mendorong penyaluran kredit bagi UMKM. Pada triwulan II-2021, Bank Mandiri mencatat pertumbuhan kredit secara ending balance sebesar 7,13% (yoy) untuk segmen wholesale dan 5,78% untuk segmen ritel. Bahkan, penyaluran kredit secara konsolidasi di Bank Mandiri tumbuh 16,37%

"Dan secara konsolidasi ending balance kredit kami tumbuh 16,37% secara yoy atau total sekitar Rp 1.014,3 triliun, yang merupakan kontribusi anak perusahaan yang bergerak di bidang perbankan yaitu BSI dan Bank Mantap. Sementara untuk average balance juga sangat baik, tumbuh 9,85% sampai dengan semester I-2021," ujarnya dalam Konferensi Pers 'Optimisme untuk Indonesia', Jumat (6/8/2021).

Darmawan menyebut pertumbuhan pertumbuhan kredit ini tidak lepas dari jaringan kantor dan wilayah yang mengoptimalkan sektor unggulan di masing-masing wilayah. Hal ini terlihat dari adanya pertumbuhan kredit di berbagai wilayah. Adapun pertumbuhan kredit di Sumatera naik 3,7% (yoy), Jawa 3,9% (yoy), serta Bali dan Nusa Tenggara 2,7%. Adapun pertumbuhan kredit terbesar berada di Kalimantan 29,6% (yoy) dan Sulawesi 14,4% (yoy).

"Tentunya ini yang membuat kita semakin optimis bahwa dengan semester I 2021 sudah menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan apa yang kita miliki di tahun lalu, walaupun pandemi masih kita hadapi sebagai tantangan besar untuk pemulihan ekonomi," ungkapnya.

"Di tahun 2021, kami terus memproyeksikan pertumbuhan kredit terus meningkat sehingga kita harapkan ini dapat mendukung program-program mempercepat pemulihan ekonomi secara nasional. Meskipun secara ekspansi kami tetap fokus pada sektor unggulan di masing-masing wilayah," imbuhnya.

Di samping penyaluran kredit, Bank Mandiri juga mendorong transaksi digital. Upaya ini terlihat dari adanya peningkatan transaksi yang mencapai 33,4%

"Kami juga melihat transaksi melalui channel digital tumbuh sampai dengan Juni Rp 5.615 triliun, artinya ini tumbuh 33,4% (yoy). Kami melihat bahwa peluang untuk tumbuh melalui channel digital sangat besar. Kami optimis pemulihan akan berlanjut walaupun ada jeda beberapa bulan, tapi kita yakin berbagai program, khususnya vaksinasi akan segera mendukung pemulihan ekonomi nasional," pungkasnya.

(mul/ara)