Kinerja Industri Perbankan Syariah Membaik, Ini Contohnya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 06 Agu 2021 17:05 WIB
Marger Bank Syariah dan Imajinasi Menjadi Bank Kelas Dunia
Kinerja Industri Perbankan Syariah Membaik, Ini Contohnya
Jakarta -

Perbankan syariah tercatat mengalami pertumbuhan meskipun di masa pandemi COVID-19. Dari data akhir 2020 saja aset perbankan syariah mengalami pertumbuhan 10,9%. Dana pihak ketiga (DPK) perbankan syariah tumbuh 11,5% dan pembiayaan tumbuh 9,42%.

Pada semester I 2021 ini bank syariah juga mengalami pertumbuhan yang signifikan. Misalnya Bank BCA Syariah yang mencatatkan kinerja positif. Direktur BCA Syariah Pranata mengungkapkan aset BCA Syariah di Juni 2021 tercatat sebesar Rp 9,7 triliun, meningkat sebesar 14,3% secara tahunan (yoy) dibandingkan Juni 2020 yang sebesar Rp 8,5 triliun.

Pertumbuhan Aset BCA Syariah didukung oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang per Juni 2021 tercatat sebesar Rp 6,8 triliun atau meningkat 13,2% yoy dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp 6 triliun.

Kemudian untuk pembiayaan BCA Syariah sampai dengan Juni 2021 juga menunjukkan pertumbuhan kendati menghadapi tantangan perlambatan ekonomi serta masih rendahnya permintaan pembiayaan untuk ekpansi usaha dalam masa pandemi. "Pembiayaan BCA Syariah per Juni 2021 tercatat sebesar Rp 5,9 triliun, tumbuh 3,5% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ujar Pranata, Jumat (6/8/2021).

Dalam melaksanakan fungsi intermediasi, penyaluran pembiayaan BCA Syariah masih difokuskan pada sektor produktif diantaranya sektor industri pengolahan, perdagangan dan proyek-proyek infrastruktur strategis pemerintah.

Kualitas pembiayaan BCA Syariah dapat dipertahankan pada level yang rendah dan sehat dengan NonPerforming Financing (NPF) Gross tercatat sebesar 0,73% dan NPF Net sebesar 0,01%.

Sejalan dengan kebijakan stimulus perekonomian nasional dari Regulator, BCA Syariah melakukan restrukturisasi pembiayaan pada tahun 2021 sebesar Rp 1,2 triliun dengan komposisi 79% restruktur pembiayaan atau sebesar Rp 949,5 miliar diberikan kepada nasabah yang terdampak langsung COVID-19.

Kendati menghadapi berbagai tantangan dalam penyaluran pembiayaan, Financing at Risk (FaR) BCA Syariah di Juni 2021 tercatat sebesar 20,9%. Angka ini masih berada di bawah FaR Bank Umum Syariah yang per Maret 2021 tercatat sebesar 27,3%.