Waswas Rekening Bank Digital Dibobol? Begini Tipsnya Biar Aman

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 07 Agu 2021 16:45 WIB
pinjam online
Ilustrasi/Foto: Pinjam Online (Fauzan Kamil/Infografis detikcom)
Jakarta -

Bank digital menjadi salah satu alternatif masyarakat untuk menabung sampai bertransaksi. Banyak kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkan oleh bank digital ini.

Mulai dari pembukaan rekening yang mudah tanpa harus ke kantor cabang, proses yang cepat, fitur yang lengkap sampai bunga yang lumayan besar. Namun beberapa waktu lalu ramai nasabah Jenius BTPN yang mengalami kehilangan uang.

Karena itu nasabah harus berhati-hati dan lebih waspada dengan modus-modus kejahatan yang masih mengintai. Berikut tips aman untuk menghindari kejahatan di bank digital.

Pengamat IT sekaligus Chief Digital Forensic Indonesia, Ruby Alamsyah mengungkapkan bank digital ini memang membuat segalanya lebih mudah dan lebih nyaman apalagi di masa pandemi COVID-19.

"Tapi ingat kenyamanan itu tidak akan selalu berbanding lurus dengan keamanan. Nyaman belum tentu aman 100%. Apalagi masyarakat kita kan masih kurang aware dengan keamanannya sendiri," ujar dia saat dihubungi detikcom, Sabtu (7/8/2021).

Ruby mengatakan jika ada telepon dari orang yang mengaku pihak bank, jangan pernah memberikan informasi pribadi. Jangankan ke pihak bank, ke saudara sendiri juga jangan pernah memberikan informasi tersebut.

Selanjutnya pemilik rekening juga harus memastikan keamanan terhadap email yang digunakan di akun bank digital yang digunakan. Pasalnya email dan nomor hp ini menjadi sejumlah data yang sangat penting dalam akun bank digital.

Jika terjadi peretasan pada email maupun nomor hp maka identitas bisa dibobol oleh pihak penipu. Kemudian pemilik akun juga jangan sembarangan untuk mengklik tautan yang tidak jelas.

Hal ini untuk meminimalisir phising. "Misalnya oknum penipu itu memberikan link website yang namanya mirip dengan nama bank kita, pastikan dulu cek website resminya. Jadi think before klik, jangan sampai jadi korban phising atau website palsu," imbuh dia.

Kemudian jika merasa telepon mencurigakan atau tidak meyakinkan langsung hubungi call center resmi dari bank. "Tanyakan ke bank, apa yang dibicarakan oleh penelepon tadi, hati-hati jangan sampai terjebak," tambah dia.

(kil/eds)