Penting Nih! Tips Buat Nasabah Bank Digital biar Terhindar dari Kejahatan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Minggu, 08 Agu 2021 10:11 WIB
ilustrasi anak sekolah main ponsel
Foto: thinkstock
Jakarta -

Pelaku kejahatan tak cuma mengincar nasabah di akun bank konvensional, tapi juga bank digital yang sekarang sedang naik daun.

Memang, bank digital ini memudahkan masyarakat untuk melakukan pembukaan rekening tanpa harus ke kantor cabang, proses yang cepat sampai fitur yang lengkap.

Tapi nasabah juga harus berhati-hati karena pelaku kejahatan masih mengintai. Belum lama ini ada kasus nasabah Jenius BTPN yang mengalami kehilangan uang di rekeningnya.

Pengamat IT sekaligus Chief Digital Forensic Indonesia, Ruby Alamsyah mengungkapkan bank digital ini memang membuat segalanya lebih mudah dan lebih nyaman apalagi di masa pandemi COVID-19.

"Tapi ingat kenyamanan itu tidak akan selalu berbanding lurus dengan keamanan. Nyaman belum tentu aman 100%. Apalagi masyarakat kita kan masih kurang aware dengan keamanannya sendiri," ujar dia saat dihubungi detikcom, Sabtu (7/8/2021).

Ruby menegaskan jangan pernah memberikan informasi pribadi kepada orang lain. Bahkan ke pihak bank.

"Jangankan ke bank, ke saudara sendiri juga jangan pernah kasih infonya," jelas dia.

Selanjutnya pemilik rekening juga harus memastikan keamanan terhadap email yang digunakan di akun bank digital yang digunakan. Pasalnya email dan nomor hp ini menjadi sejumlah data yang sangat penting dalam akun bank digital.

Jika terjadi peretasan pada email maupun nomor hp maka identitas bisa dibobol oleh pihak penipu. Kemudian pemilik akun juga jangan sembarangan untuk mengklik tautan yang tidak jelas.

Hal ini untuk meminimalisir phising. "Misalnya oknum penipu itu memberikan link website yang namanya mirip dengan nama bank kita, pastikan dulu cek website resminya. Jadi think before klik, jangan sampai jadi korban phising atau website palsu," imbuh dia.

Kemudian jika merasa telepon mencurigakan atau tidak meyakinkan langsung hubungi call center resmi dari bank. "Tanyakan ke bank, apa yang dibicarakan oleh penelepon tadi, hati-hati jangan sampai terjebak," tambah dia.

(kil/zlf)