Penyaluran Kredit Pertanian BRI hingga Juni 2021 Tembus Rp 117,54 T

Jihaan Khoirunnisaa - detikFinance
Selasa, 10 Agu 2021 14:25 WIB
Penyaluran Kredit Pertanian BRI hingga Juni 2021 Tembus Rp 117,54 T
Foto: Dok. BRI
Jakarta -

Penyaluran kredit BRI pada sektor pertanian mencapai Rp 117,54 triliun hingga akhir Juni 2021. Angka ini tumbuh 12,8% jika dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya.

Merujuk pada total penyaluran kredit kepada sektor pertanian secara nasional, BRI memiliki market share sebesar 28,03% per Maret 2021 atas total kredit yang dikucurkan oleh perbankan nasional di sektor pertanian.

Direktur Bisnis Kecil dan Menengah BRI Amam Sukriyanto menjelaskan pencapaian ini menjadi bukti peran penting pertanian dalam mendongkrak penyaluran kredit industri perbankan nasional.

"Secara umum pertumbuhan kredit industri perbankan nasional tercatat sebesar 0,59% yoy pada akhir Juni 2021, sedangkan BRI sendiri mampu mencatatkan penyaluran kredit kepada sektor pertanian sebesar 12,8% yoy. Ini menunjukkan bahwa sektor pertanian memiliki resiliensi yang tinggi, dan kami berkomitmen untuk terus memberdayakan sektor ini dan menjadi akselerator kebangkitan ekonomi nasional," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (10/8/2021).

Khusus pembiayaan ekosistem beras dengan rice mill unit, menurutnya hingga Juni 2021 BRI telah menjangkau 40.798 nasabah dengan penyaluran kredit sebesar Rp 4,1 triliun dan outstanding saat ini yang mencapai Rp 3,2 triliun. Amam menyebut pinjaman disalurkan melalui skim (Kredit Usaha Rakyat) KUR mikro, KUR ritel, SME, dan kredit Kupedes BRI.

Diungkapkannya dalam pengembangan rice mill unit perlu adanya peningkatan kapasitas manajerial serta pengolahan semi waste. Kedua hal tersebut dinilainya akan menghasilkan nilai kompetitif untuk rice mill unit sehingga dapat bersaing dengan perusahaan beras besar lainnya.

"Pengolahan Semi Waste ini dapat memberikan keuntungan tambahan kepada pengelola rice mill unit, dengan menghasilkan produk-produk turunan lain seperti beras patah menjadi mihun, dedak putih menjadi bahan kosmetik, bekatul menjadi bahan dasar bubur bayi, dan lain sebagainya," jelasnya.

Selain bantuan pembiayaan, Amam mengatakan BRI juga menyalurkan Kartu Tani kepada masyarakat. Setidaknya ada 4,4 juta petani di Indonesia yang telah menerima Kartu Tani sampai dengan akhir kuartal II tahun 2021.

"Dengan pemanfaatan kartu tani ini tentu kami harapkan akan memberikan manfaat kepada petani, kios pupuk lengkap, pemerintah dan produsen pupuk itu sendiri. BRI berkomitmen untuk mendukung keberhasilan penggunaan Kartu Tani untuk pembelian pupuk bersubsidi," pungkasnya.

Ia menjelaskan BRI memiliki kewajiban untuk menyalurkan Kartu Tani ke sejumlah wilayah di Tanah Air, antara lain Kepulauan Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat (Kab. Tasikmalaya), Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan (14 Kab/Kota), Sulawesi Tengah, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat (5 Kab/Kota), Nusa Tenggara Timur, Papua dan Papua Barat.

(akd/hns)