Follow detikFinance
Senin, 03 Apr 2006 15:14 WIB

Likuidasi Bank UFJ Indonesia Berlangsung Damai

- detikFinance
Jakarta - Likuidasi Bank UFJ Indonesia merupakan bagian dari merger Bank UFJ dan Mitsubishi Bank of Tokyo menjadi Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ. Likuidasi telah disosialisasikan kepada nasabah sejak setahun sehingga saat ini tidak terjadi gejolak.Menurut sumber detikcom, Senin (3/4/2006), Bank UFJ Indonesia ditutup untuk menghindari adanya dua entitas setelah munculnya Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ. "Tidak ada masalah dengan nasabah. Proses yang dilakukan sudah berjalan sejak setahun yang lalu. Semua nasabah sudah diberi informasi," ujar sumber tersebut.Saat ini Bank UFJ Indonesia memiliki sekitar 200 staf. Kabarnya, sekitar 90 karyawan akan bergabung dengan Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ. Sementara sisanya belum jelas.Seperti diketahui, Bank UFJ Indonesia secara resmi menghentikan operasionalnya terhitung mulai hari ini. Rencana penutupan bank tersebut berdasarkan surat BI No.8/35/GBI/DPIP/Rahasia tertanggal 21 Maret 2006 yang berisi persetujuan persiapan pencabutan izin usaha PT Bank UFJ Indonesia.Selain itu juga berdasarkan surat keputusan direksi BINo.32/53/KEP/DIR tanggal 14 Mei 1999, tentang tata cara pencabutan izin usaha, pembubaran dan likuidasi bank umum.Bank UFJ Indonesia berjanji akan menyelesaikan seluruh kewajibannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal itu antara lain dilakukan dengan cara penyediaan dana di rekening penampungan atau dengan cara-cara penyelesaian lain yang disetujui oleh BI. Bank UFJ adalah kategori bank asing campuran yang dulunya bernama Bank Sanwa. PT Bank UFJ Indonesia merupakan hasil merger PT Bank Sanwa Indonesia dengan PT Tokai Lippo Bank.

(qom/)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed