bank bjb Raih Penghargaan Bank BUKU III Terbaik di Indonesia

Yudistira Imandiar - detikFinance
Rabu, 25 Agu 2021 20:42 WIB
bank bjb
Foto: bank bjb
Jakarta -

bank bjb mendapatkan penghargaan dari media keuangan nasional. bank bjb dinobatkan sebagai bank BUKU III terbaik di Indonesia. Penilaian untuk penghargaan tersebut meliputi aspek kualitas finansial perusahan serta hubungan baik yang dijalin dengan para investor.

Penghargaan diterima oleh Direktur Keuangan bank bjb Nia Kania dalam Anugerah Indonesia Best Bank Awards 2021 yang digelar Rabu (25/8/2021).

Nia berterima kasih atas apresiasi yang diberikan kepada bank bjb. Dia juga mengingatkan seluruh insan bank bjb agar menjadikan penghargaan tersebut sebagai inspirasi untuk terus meningkatkan kinerja di masa yang akan datang.

"Pencapaian positif ini diperoleh berkat kombinasi antara totalitas kinerja dan kualitas strategi yang dimiliki perusahaan dalam menghadapi berbagai tantangan," ungkap Nia dalam keterangan tertulis, Rabu (25/8/2021).

Ia menguraikan di masa pandemi COVID-19, bank bjb mampu mencatatkan kinerja positif di 2021. Pada Triwulan II 2021, total aset bank bjb secara konsolidasi mengalami peningkatan sebesar 20% year on year. Total aset bank bjb hingga pertengahan tahun 2021 berada di angka Rp 150,4 triliun, meningkat dari sebelumnya Rp 125,3 triliun pada periode yang sama di tahun lalu.

Tumbuhnya total aset bank bjb pada triwulan ini, kata Nia, di antaranya ditopang oleh kinerja dana pihak ketiga (DPK) dan kredit yang sehat. Keduanya tumbuh secara year on year di periode ini.

DPK bank bjb secara bank only pada Triwulan II 2021 tumbuh sebesar 21% year on year menjadi Rp 109,3 triliun. Di dalamnya terdapat kenaikan nilai tabungan sebesar 12,1% year on year menjadi Rp2 2,3 triliun, juga kenaikan deposito sebesar 41% year on year menjadi Rp 61,19 triliun.

Selain itu, hingga pertengahan 2021, total kredit secara bank only yang disalurkan oleh bank bjb tumbuh hingga 6,8% year on year menjadi Rp 91,2 trilliun. Nia menyebut pertumbuhan tersebut berada di atas industri perbankan nasional yang tercatat masih minus 1,23%

(mul/mpr)