Jurus Perbankan Biar Anak SMA Nggak Gagap Keuangan

Tim Detikcom - detikFinance
Selasa, 31 Agu 2021 14:40 WIB
Sejumlah siswa-siswa mengikuti ulangan harian saat uji coba pembelajaran sekolah tatap muka di kawasan SMA Swasta Yappenda, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (30/8).
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Anak muda yang tengah mengeyam pendidikan SMA bakal segera masuk ke dalam komunitas masyarakat modern yang telah mengadopsi beragam pengetahuan dan teknologi termasuk salah satunya sektor keuangan.

Agar mereka tak terjerumus menjadi korban penipuan keuangan di tengah pesatnya adopsi teknologi keuangan digital saat ini, Bank DKI bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan dan Pemprov DKI Jakarta menggenjot literasi keuangan kepada siswa Sekolah Menengah Atas. Tujuannya, agar siswa SMA sudah melek produk dan layanan keuangan khususnya perbankan sejak dini.

Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini mengatakan, program kali ini dilakukan di SMA Negeri 111, Jakarta Utara.

"Kegiatan ini diselenggarakan sebagai perwujudan dari Kolaborasi bersama Otoritas Jasa Keuangan, Pemprov DKI Jakarta dan Bank DKI kepada dunia pendidikan khususnya kepada para pelajar di DKI Jakarta". Demikian disampaikan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta (31/08).

Kegiatan yang berlangsung dengan protokol kesehatan ketat ini diawali dengan pelaksanaan kegiatan literasi keuangan mengenai produk dan layanan perbankan Bank DKI yang ditujukan kepada penerima KJP Plus. Peserta literasi keuangan juga dikenalkan kepada program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), yang merupakan salah satu program OJK dan industri perbankan untuk terus mendorong program peningkatan literasi dan inklusi keuangan bagi kelompok pelajar.

Sebagai informasi, per Juli 2021, Bank DKI telah memiliki 1,31 juta Number of Account Kejar yang terdiri dari 1,12 juta pemegang KJP, 183 ribu pemegang rekening Tabungan Simpel, serta non Tabungan Simpel non KJP sebanyak 4,3 ribu rekening.Dalam kesempatan tersebut, Bank DKI melaksanakan distribusi kartu ATM dan buku tabungan Kartu Jakarta Pintar yang merupakan salah satu program bantuan sosial Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Selain kegiatan literasi, Bank DKI bersama Pemprov DKI Jakarta juga melaksanakan kegiatan sentra vaksinasi kepada 200 orang pelajar yang mendapatkan vaksin sinovac dosis 1 dan 2 dengan disediakannya fasilitas berupa mobil vaksin keliling beserta tenaga kesehatan. Hal ini menjadi salah satu bagian dari kolaborasi Bank DKI sebagai pendukung program Mobil Vaksin Keliling yang kini turut menjangkau pelaksanaan pemberian vaksinasi di sekolah-sekolah di DKI Jakarta.

Herry menyampaikan bahwa Bank DKI mendukung program Mobil Vaksin Keliling ini dengan menyediakan langsung dua unit mobil vaksin keliling, tenaga Kesehatan berikut dengan sejumlah peralatan kesehatan. Bank DKI juga turut berkontribusi sebagai kolaborator pada 10 unit mobil vaksin keliling Pemprov DKI Jakarta serta pemberian konsumsi kepada tenaga kesehatan selama berlangsungnya program Mobil Vaksin Keliling.

"Program kolaborasi vaksinasi Bank DKI lainnya antara lain program vaksinasi mobil keliling di tempat ibadah yang dilaksanakan bersama DMI DKI Jakarta," ujarnya.

Herry berharap, dengan adanya program literasi keuangan dan juga sentra vaksinasi yang ditujukan kepada pelajar ini dapat memberikan manfaat bagi dunia pendidikan khususnya di DKI Jakarta. Bank DKI juga terus menghimbau untuk nasabah termasuk pelajar untuk dapat memanfaatkan layanan transaksi non-tunai, salah satunya dengan aplikasi JakOne Mobile yang aman, mudah dan nyaman.

"Bersamaan dengan itu, tentu kita berharap keadaan akan segera pulih dan Jakarta kembali sehat dan produktif" tutup Herry.



Simak Video "Temuan BPK, DKI Bayar Rp 862 Juta untuk Gaji Pegawai Pensiun & Wafat"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)