Bank Digital Lagi Booming, Ternyata RI Sudah Lama Punya Lho

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 03 Sep 2021 16:45 WIB
Ilustrasi Mobile Banking
Foto: shutterstock
Jakarta -

Pembentukan bank digital menjadi fenomena baru di industri perbankan nasional. Banyak perusahaan berbondong-bondong membeli bank konvensional dan mengubahnya jadi bank digital.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun sudah mengeluarkan aturan baru soal bank digital. Hal itu melalui POJK No. 12/POJK.03/2021. Di tengah fenomena baru ini, ternyata sudah sejak lama bank digital ada di Indonesia. Bank apa sih itu?

Bank tersebut adalah Bank BCA. Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengklaim sebetulnya bank yang dipimpinnya sudah sejak lama menjadi bank digital.

Alasannya, sejauh ini transaksi perbankan di BCA hampir semua sudah melalui beragam layanan digital padahal bentuknya bank konvensional.

Jahja menyebut BCA telah lama menjadi bank digital plus-plus lewat beragam layanan digital yang dibuat dan dikelola pihaknya. Dia mengatakan bank digital hanya fokus untuk transaksi individual sedangkan layanan digital bank BCA mencakup berbagai keperluan.

"Sebenarnya kalau orang ribut-ribut bank digital, kami BCA ini sudah bank digital sejak lama. Cuma kita ini digital plus-plus," ungkap Jahja dalam webinar Hari Pelanggan Nasional, Jumat (3/9/2021).

"Bedanya gini, kan bank digital itu cuma individual payment, nah kalau di BCA kan lengkap, ada ritel, transaksi komersil, korporasi, dan lain-lain," paparnya.

Sebagai buktinya, Jahja memaparkan sebaran data transaksi perbankan BCA. Dia mengatakan dari 40 jutaan rata-rata transaksi per hari yang menggunakan layanan digital sudah mencapai 86,7%. Mulai dari internet banking hingga mobile banking.

"Dari 40 jutaan per hari ini hanya 0,7% yang ke cabang buat transaksi, di ATM juga cuma 12,6% Sisanya kemana? Internet Banking 26%, dan Mobile Banking 60,7%. Artinya 86,7% sudah digital," kata Jahja.

"Makanya sebetulnya, Bank BCA ini sekarang bukan lagi bank konvensional tapi bank digital plus-plus," tegasnya.

Meski begitu, pihaknya tetap membuat layanan bank digital. Hal itu dilakukan dengan mengakuisisi PT Bank Royal Indonesia dan kemudian diubah namanya menjadi BCA Digital. Bank digital milik BCA ini punya aplikasi namanya Blu.

Nah pembentukan bank digital ini, menurut Jahja dilakukan untuk mengikuti perkembangan zaman. Dia mengatakan masih ada juga market untuk bank digital makanya BCA juga meluncurkan layanan bank digital.

"Tapi kami bikin juga bank digital, karena ada market yang missed yang harus didekati. Perkembangan teknologi ini penting untuk diikuti," ungkap Jahja.

(hal/dna)