2 Bos Aspac Mangkir dari Panggilan Satgas BLBI, Ke Mana Mereka?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 10 Sep 2021 07:45 WIB
Petugas menyusun uang di Cash Center Bank BNI di Jakarta, Jumat (17/6/2016). Bank BUMN tersebut menyiapkan lebih dari 16.200 Anjungan Tunai Mandiri (ATM) untuk melayani kebutuhan uang tunai saat lebaran. BNI memastikan memenuhi seluruh kebutuhan uang tunai yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp 62 triliun atau naik 8% dari realisasi tahun sebelumnya. (Foto: Rachman Harryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Setiawan Harjono (Steven Hui) dan Hendrawan Harjono (Xu Jing Nan) mangkir dari panggilan Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI). Padahal, mereka punya urusan utang piutang dengan negara sebesar Rp 3,57 triliun.

Setiawan dan Hendrawan dipanggil Satgas BLBI pagi ini pukul 10.00 WIB. Namun, mereka tak kunjung datang.

"Dari Aspac tidak datang," kata Direktur Hukum dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Tri Wahyuningsih Retno Mulyani saat dikonfirmasi, Kamis (9/9/2021).

Keduanya juga tidak memberikan keterangan terkait ketidakhadiran tersebut. "Tidak ada," katanya.

Pemanggilan Setiawan dan Hendrawan telah diumumkan di media massa. Mereka diminta untuk menyelesaikan hak tagih negara senilai Rp 3,57 triliun dalam rangka penyelesaian kewajiban pemegang saham (PKPS) PT Bank Asia Pacific (Bank Aspac).

"Menyelesaikan hak tagih negara dana BLBI setidak-tidaknya sebesar Rp 3.579.412.035.913.11 dalam rangka PKPS PT Bank Asia Pacific (BBKU)," demikian pengumuman tersebut.