Langkah demi Langkah Indonesia Mulai Tinggalkan Dolar AS

Trio Hamdani - detikFinance
Minggu, 12 Sep 2021 20:29 WIB
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin tajam. Saat ini, dolar AS sudah mendekati level Rp 12.900. Selasa (16/12/2014), dolar AS berada di posisi Rp 12.890. Menguat cukup tajam dibandingkan penutupan pasar kemarin yaitu di Rp 12.705.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Indonesia pelan-pelan mulai mengurangi ketergantungan terhadap transaksi menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat atau dolar AS. Hal itu ditandai dengan dilakukannya perjanjian Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA).

Itu adalah perjanjian yang digunakan untuk meningkatkan kerja sama perdagangan bilateral dan memperkuat kerja sama keuangan antara kedua negara, serta mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan dolar AS.

Berdasarkan catatan detikcom, Indonesia pertama kali mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS melalui BCSA yang ditandatangani dengan China. Kerja sama rupiah/renmimbi swap line tersebut setara dengan Rp 175 triliun atau sekitar RMB100 miliar. Penandatanganan kerja sama dilakukan pada 23 Maret 2009.

Dua bulan kemudian, tepatnya pada 22 Mei 2009, Deputi Gubernur BI yang kala itu dijabat oleh Hartadi A. Sarwono mengatakan Bank Indonesia menjajaki negosiasi kerjasama BCSA dengan Jepang. Nilai kerja sama yang ingin diraih mencapai Rp 1 triliun yen.

Kata dia, Menteri Keuangan Jepang telah menyediakan 6 triliun yen untuk kerja sama BCSA kepada negara-negara di Asia.

Dengan Jepang, sebenarnya Indonesia sudah melakukan upaya mengurangi penggunaan dolar AS dalam transaksi kedua negara lewat Bilateral Swap Arrangement (BSA) pada 2003 lalu. Namun, kerja sama itu masih memungkinkan penggunaan dolar AS.

Bagaimana kelanjutan ceritanya? Buka halaman selanjutnya.