Terbesar Sepanjang Sejarah RI, Ini 5 Fakta Right Issue Bank BRI

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 15 Sep 2021 12:25 WIB
Gedung BRI
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Right Issue PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) sudah melewati tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD (Cum Date) di pasar reguler dan Pasar Negosiasi per 7 September 2021 kemarin. Dengan ini, BRI dapat meraup dana segar terbesar sepanjang sejarah pasar modal di Indonesia melalui right issue.

Ada beberapa fakta tentang right issue yang digadang-gadang akan membantu menggenjot perekonomian nasional melalui pembentukan Holding Ultra Mikro ini, berikut di antaranya:

1. Harga Rp 3.400

Berdasarkan prospektus yang beredar, perseroan mengumumkan harga pelaksanaan untuk penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) sebesar Rp 3.400 per saham dengan rasio 100:23. Artinya, setiap 100 lembar saham yang dimiliki, investor punya right 23 HMETD.

Harga pelaksanaan ini tentu jauh lebih murah dibandingkan harga saham BBRI pada pembukaan perdagangan sesi I Jumat (3/9) yakni Rp 3.870/saham/. Harga ini juga lebih rendah dibandingkan dengan harga penutupan Kamis (2/9) kemarin di Rp. 3.850/saham.

2. 28,21 Miliar Saham Baru

Selanjutnya, dalam right issue ini manajemen BRI menawarkan sebanyak-banyaknya 28,21 miliar lembar saham baru Seri B atas nama dengan nilai nominal Rp 50 per saham atau sebanyak-banyaknya 18,62% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah PMHMETD I.

Saham baru yang ditawarkan merupakan yang berasal dari portepel perseroan dan seluruhnya ada di BEI (Bursa Efek Indonesia). Hal ini tentunya memperhatikan aturan dan sesuai dengan PP No. 29 tahun 1999, yakni 1 % dari jumlah saham milik perseroan yang beredar tidak dicatatkan di BEI.

3. Dana Segar Jumbo

Dalam right issue ini, dana segar yang diraup dari publik melalui right issue ini diperkirakan mencapai Rp 41,15 triliun. Nominal ini akan didapat apabila semua pemegang saham publik mengeksekusi haknya sesuai porsi masing-masing.

Jika diakumulasi dengan dana inbreng, maka optimalisasi right issue BRI bisa bernilai Rp 96 triliun, hal ini menjadikan right issue BRI terbesar sepanjang sejarah pasar modal Indonesia. Diketahui, inbreng ini adalah penyetoran modal dengan aset, jadi pemerintah akan mengambil hak right issue dengan memberikan aset pegadaian dan PNM.