Genjot Ekonomi Syariah, BI Gandeng PP Muhammadiyah

Tim detikcom - detikFinance
Jumat, 17 Sep 2021 21:55 WIB
Gubernur BI Perry Warjiyo
Foto: Gubernur BI Perry Warjiyo (Sylke Febrina Laucereno/detikcom)
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) menggenjot akselerasi ekonomi dan keuangan syariah sebagai salah satu upaya mendorong pemulihan ekonomi nasional. Salah satu wujudnya menggandeng PP Muhammadiyah bekerja sama meningkatkan literasi ekonomi dan keuanan syariah

BI dan PP Muhammadiyah menandatangani nota kesepahaman yang digelar secara virtual pada Jumat, (17/09), demi memperkuat kerja sama yang telah dilakukan selama ini.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam sambutannya menyampaikan di tengah pandemi COVID-19 kita terus bersyukur dengan Hidayah-Nya, bangkit dan optimis dalam menjalin sinergi, mempererat persaudaraan, merapatkan barisan berjamaah serta bersama berikhtiar menghadapi tantangan.

"Kerja sama ini melanjutkan kerja sama sebelumnya yang telah dilakukan juga dengan sejumlah kalangan seperti ormas Islam dan asosiasi, dan ke depan akan terus dikembangkan kerja sama dengan berbagai pihak atau ormas lainnya," ujar Perry dalam keterangan tertulis BI, Jumat (17/9/2021).

Perry Warjiyo menjelaskan 3 aspek penting dalam kerja sama dengan PP Muhammadiyah. Pertama, pengembangan ekonomi syariah melalui pemberdayaan ekonomi berbasis umat. Beberapa pendekatan dalam pengembangan tersebut diantaranya pendekatan klasterisasi kelompok, peningkatan kapasitas bantuan teknis, akses pembiayaan dan digitalisasi.

Kedua, ilmu yang diamalkan. Dalam implementasinya Bank Indonesia melakukan berbagai program pengembangan ekonomi keuangan syariah diantaranya dalam bentuk pelatihan, berbagai program pemberdayaan ekonomi dan keuangan syariah termasuk mengelola wakaf produktif.

"Ketiga, menjaga silaturahim dan saling tolong menolong, saling mengingatkan dan mengajarkan dalam hal kebajikan," terang Perry.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, turut menyampaikan 2 hal yang menjadi harapan dalam pengembangan ekonomi syariah. Pertama, untuk meningkatkan kualitas ekonomi umat dari menengah agar naik kelas ke tingkat atas dalam kualitas unggul dan terbaik.

Kedua, ekonomi dan keuangan syariah diharapkan mampu hadir secara nyata dan semakin baik untuk mengangkat harkat martabat dan memajukan UMKM, mengentaskan kemiskinan dan kesenjangan sosial serta masalah ekonomi yang dihadapi umat terutama akibat dampak pandemi.

(hns/hns)