Sri Mulyani Kejar Utang BLBI Rp 110 T Plus Bunga

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 21 Sep 2021 16:17 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono: Ilustrasi Menkeu Sri Mulyani Indrawati
Jakarta -

Pemerintah melalui Satgas BLBI terus memburu obligor BLBI. Total utang yang ditagih Rp 110,45 triliun.

Besaran tersebut bakal mengalami perubahan. Sebab, ada bunga yang akan diterapkan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, berdasarkan catatan dan keterangan dari Jamdatun (Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara), nilai itu adalah yang harus dibayarkan pada 1999 atau 2000.

Sementara, saat ini sudah berjalan 20 tahun lebih yang ada implikasinya terhadap bunga. Jamdatun, kata Sri Mulyani, menyampaikan praktik di pengadilan ada suku bunga tertentu.

"Kita berdasarkan catatan yang ada, jadi dalam hal ini, bahkan kemarin dari Jamdatun menyampaikan bahwa praktiknya di dalam pengadilan, bahwa nilai itu harusnya, karena nilainya tahun 1999 atau 2000," katanya Sri Mulyani, Selasa (21/9/2021).

"Dan sekarang sudah 20 tahun, jadi ada implikasi terhadap bunganya sebetulnya dalam hal ini, dan Pak Jamdatun menyampaikan bahwa praktik di dalam pengadilan menggunakan suku bunga tertentu," tambahnya.

Bersambung ke halaman berikutnya. Langsung klik

Sri Mulyani mengatakan, pemerintah akan mengikuti praktik tersebut. Jika tidak, maka akan dianggap merugikan negara.

"Jadi nanti kita menggunakan praktik itu, karena kalau tidak melakukan malah nanti disampaikan Pak Menko tadi, kita dianggap melakukan kerugian negara," terangnya.

Di samping itu, dalam penagihan ini pemerintah juga akan memperhatikan negosiasi atau proposal yang disampaikan debitur atau obligor.

"Yang kedua, tentu kita juga akan melihat dari sisi negosiasi yang mereka sampaikan proposalnya untuk menyampaikan, untuk memenuhi kewajibannya. Makanya tim dalam Satgas akan melihat proposal tersebut apakah kredibel apakah memang sesuai, kalau nilai kewajibannya sampai triliunan dan bayarnya mungkin sangat kecil berarti perlu untuk diperkuat lagi proposal terhadap niat baik untuk pencapaian itu," paparnya.

(acd/hns)