Dirut BRI Ungkap Potensi Sumbangsih Holding Ultra Mikro untuk Negara

Yudistira Imandiar - detikFinance
Rabu, 29 Sep 2021 19:11 WIB
Right Issue Oversubcribed, BRI Kantongi Dana Segar Rp 95,9 T
Foto: Dok. BRI
Jakarta -

PT Bank Rakyat Indonesia telah menyelesaikan penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue. Dana segar hasil suntikan investasi tersebut salah satunya dimanfaatkan untuk pembentukan Holding Ultra Mikro yang terdiri dari BRI, Pegadaian, dan PNM.

Secara total 28,2 miliar saham yang ditawarkan BRI terserap seluruhnya. Total dana yang dikapitalisasi BRI mencapai Rp 96 triliun.

Direktur Utama BRI Sunarso menyatakan right issue ini merupakan upaya untuk menyukseskan langkah BRI dalam menciptakan nilai baru bagi perusahaan dan stakeholder, melalui pembentukan Holding Ultra Mikro. Pembentukan holding tersebut, kata dia, memberikan beragam manfaat untuk internal perusahaan (BRI, Pegadaian, PNM), nasabah, investor, dan pemerintah.

Ia menguraikan sejumlah manfaat yang akan didapatkan pemerintah dari terbentuknya Holding Ultra Mikro. Pertama, pengoperasian holding diyakini akan menggerakkan perekonomian di level akar rumput melalui pembiayaan ultra mikro. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memulihkan dan membangkitkan perekonomian di berbagai lapisan masyarakat.

Selanjutnya, pemerintah sebagai pemegang saham BBRI mendapatkan keuntungan ekonomi berupa dividen atau pajak dari kegiatan bisnis Holding Ultra Mikro.

"Value creation ini akan menciptakan economic value. Bagi pemerintah sebagai pemegang saham juga akan bisa diambil dalam bentuk dividen atau pajak," terang Sunarso dalam acara 'IDX Opening Bell: Right Issue BRI', Rabu (29/9/2021).

Manfaat lain bagi pemerintah, kata Sunarso, yakni Holding Ultra Mikro dapat menyajikan data-data penting dari ekonomi akar rumput. Menurutnya, data tersebut sangat penting untuk menentukan sasaran penerima stimulus ekonomi.

Menurut Sunarso, dalam penyaluran stimulus ekonomi berupa bantuan bagi masyarakat membutuhkan perencanaan dana, data yang valid, lembaga penyalur terpercaya, serta komunikator publik untuk mengedukasi masyarakat. Holding Ultra Mikro hadir diyakini dapat membantu pemerintah untuk memaksimalkan dampak dari pemberian stimulus ekonomi tersebut.

"Ada aspek penting lain bagi kita bahwa kemudian stakeholder yang bernama pemerintah ataupun negara itu akan mendapatkan support dari terbentuknya ekosistem ini. Saya kira yang paling penting ini adalah integrasi data, terutama di grassroot economy di ultra mikro ini," cetus Sunarso.

(akd/hns)