Ribbit Capital Jadi Investor Bank Jago, Ini Alasannya

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 04 Okt 2021 15:21 WIB
Bank Jago
Foto: Dok. Bank Jago

Sementara Managing Partner Ribbit Capital Micky Malka, menilai Bank Jago menjadi bank pertama di Indonesia yang sistemnya full digital. Selain itu, Bank Jago disebut telah membuat kemajuan dalam mengembangkan layanan perbankan digital bagi masyarakat.

"Bank Jago memiliki komitmen yang sangat kuat untuk melayani nasabah melalui produk perbankan digital dengan teknologi mumpuni yang setara dengan pemain global. Kami senang sekali dapat berpartisipasi dalam perjalanan ini," tambahnya.

Sebagai informasi, platform perbankan digital Bank Jago meluncurkan pada 15 April 2021 bertujuan untuk menyediakan akses bagi masyarakat membuka rekening bank secara instan serta memampukan mereka mengelola keuangan secara lebih cepat, simple dan kolaboratif.

Dalam 12 bulan terakhir Bank Jago telah bermitra dengan ekosistem digital, berbagai platform lending serta wealth management. Aplikasi Jago baru-baru ini diintegrasikan ke dalam aplikasi Gojek sebagai metode pembayaran tanpa uang tunai yang memungkinkan jutaan pengguna Gojek bertransaksi secara seamless, cepat dan efisien. Integrasi bank dengan ekosistem digital secara seamless ini menjadi salah satu milestone perjalanan industri perbankan.

Selain dengan Gojek, aplikasi Jago juga terintegrasi dengan platform investasi digital Bibit. Integrasi ini memungkinkan jutaan pengguna Bibit membuka rekening bank Jago melalui aplikasi Bibit, dan mengelola investasi mereka secara lebih terencana. Pengguna Bibit bisa melakukan pembelian reksadana secara rutin dengan melakukan autodebet rekening Jago.

Sementara Ribbit adalah salah satu investor fintech terkemuka di dunia yang investasinya meliputi Robinhood, Revolut, Affirm, Nubank, Coinbase dan Credit Karma. Perusahaan itu didirikan sejak 2012, mandat Ribbit adalah berinvestasi pada bisnis terbaik yang memiliki menjadi pelopor baru dalam layanan keuangan.


(ara/ara)