Unik, Nabung di BRI Cabang Purwodadi Bisa Sambil Belajar Sejarah Loh!

Jihaan Khoirunnisaa - detikFinance
Senin, 18 Okt 2021 09:19 WIB
Benda bersejarah di Bank BRI Cabang Purwodadi.
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Purwodadi -

Apa yang pertama terlintas di pikiran saat mendengar kata kantor bank? Ya, pasti segala aktivitas yang berkaitan dengan keuangan bukan?

Tapi beda halnya jika pergi mengunjungi Kantor BRI Cabang Purwodadi yang terletak di Jl. KS.Tubun No.1, Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah. Selain melakukan kegiatan perbankan seperti membuka tabungan, menarik uang tunai, dan lainnya, di sini juga bisa sambil belajar sejarah, lho.

Pasalnya kantor cabang ini memiliki mini "historical gallery". Pimpinan Cabang BRI Purwodadi, Henny Sumardiyanti mengatakan mini galeri ini baru dibuat sekitar 1 bulan yang lalu. Tujuannya agar nasabah bisa ikut menengok barang-barang bersejarah yang merupakan peninggalan zaman Belanda.

"Menurut saya ini hanya ada di BRI (Cabang) Purwodadi ya. Sebetulnya ini memanfaatkan karena banking hall nya luas dan ada beberapa ornamen yang menurut kami antik. Rasanya kalau hanya di dalam yang tahu hanya internal (karyawan). Suatu hari kami ada renovasi untuk interior makanya pajangan ini kami tampilkan," katanya kepada detikcom belum lama ini.

Selain itu juga memanfaatkan ruang banking hall yang terbilang cukup luas. Menurut Henny banking hall yang ada di Kantor Cabang BRI Purwodadi memiliki space besar. Tidak seperti kantor cabang bank lainnya yang kebanyakan berdiri di sebuah ruko.

Lebih lanjut, Henny merinci barang antik peninggalan Belanda yang dipajang pada galeri. Salah satunya yaitu prasasti peresmian gedung yang ditandatangani oleh Pangeran Ario Sunarto.

"Kalau yang antik ini ada prasasti dalam bahasa Belanda. Ini dibuat tanggal 2 Desember 1932 oleh Raden Ayu Pangeran Ario Sunarto. (Sudah ada) sejak berdirinya gedung ini. Tahun 1932 semacam prasasti (peresmian gedung) yang dulu," jelasnya.

Benda bersejarah di Bank BRI Cabang Purwodadi.Benda bersejarah di Bank BRI Cabang Purwodadi. Foto: Andhika Prasetia/detikcom

Di samping itu, ada juga beberapa lembar pecahan uang kertas jadul keluaran tahun 1945 dan 1947. Henny berharap historical gallery tersebut bisa menjadi daya tarik, selain itu juga sarana belajar sejarah bagi nasabah yang datang. Tidak hanya itu, terdapat pula lemari besi yang sudah ada sejak zaman Belanda dan diperuntukkan untuk menyimpan berkas surat berharga. Warna asli lemari tetap dipertahankan. Adapun pengecatan kembali hanya untuk memperbaiki bagian yang mengelupas.

"Ini juga ada peninggalan lain (yang dipajang). Ada uang kertas lama. Kemudian ada surat-surat. Ada contoh tanda tangan pejabat bank pada saat itu. Kemudian wessel. Ada uang pecahan Rp 10 ribu tahun 1979. Ini ada uang Rp 100 tahun 1945 dan 1947. Ini yang kami manfaatkan (untuk dipajang) karena space nya ada. Untuk daya tarik," tuturnya.

Benda bersejarah di Bank BRI Cabang Purwodadi.Benda bersejarah di Bank BRI Cabang Purwodadi. Foto: Andhika Prasetia/detikcom

Henny menyebut, gedung yang ditempati untuk Kantor BRI Cabang Purwodadi juga merupakan cagar budaya. Sehingga tidak boleh diubah sembarangan. Sebab, hal ini bisa memengaruhi nilai artistik dan estetika bangunan. Perawatan dan pemeliharaan yang dilakukan asal-asalan dikhawatirkan bisa merusak bangunan aslinya.

"Gedungnya tahun 1932. Ini sudah menjadi heritage, cagar budaya. Tidak boleh diubah sedikit pun. Untuk luar (exterior) kami maintain dengan ngecat aja karena nggak boleh diubah. Nggak ada yang boleh diubah. Kalau di dalam ya ada penyesuaian demi kenyamanan nasabah," terangnya.

Untuk diketahui, Kantor BRI Cabang Purwodadi merupakan kantor yang membawahi co-location Sinergi Ultra Mikro (Senyum) yang berlokasi di Tawangharjo. Dia menyebut pemanfaatan unit kerja BRI sebagai co-location bertujuan untuk mempermudah nasabah dalam menjangkau produk dari 3 entitas Holding Ultra Mikro (UMi), yaitu BRI, PNM, dan Pegadaian.

Adapun dipilihnya BRI Unit Tawangharjo karena berada di prime location serta mempunyai space kantor yang relatif luas sehingga bisa dimanfaatkan sebagai unit kerja pelayanan aktivitas tersebut.

"Ke depannya, Holding UMi diharapkan dapat saling melengkapi memberikan layanan keuangan yang terintegrasi secara berkelanjutan, pemberdayaan usaha ultra mikro, kemudian mempercepat produktivitas UMKM agar naik kelas sehingga bangkit dan berkontribusi bagi ekonomi daerah, khususnya Kabupaten Grobogan," pungkasnya.

Bank BRI Cabang PurwodadiBank BRI Cabang Purwodadi Foto: Andhika Prasetia/detikcom

detikcom bersama BRI mengadakan program Sinergi Ultra Mikro di Bandar Lampung dan Semarang untuk memantau upaya peningkatan inklusi finansial masyarakat melalui sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM dalam Holding Ultra Mikro. Holding Ultra Mikro berupaya mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan untuk peningkatan UMKM di Tanah Air. Untuk informasi lebih lengkap, ikuti beritanya di https://sinergiultramikro.detik.com/.



Simak Video "Agen Brilink ini Mirip Banget dengan Kantor Bank Beneran!"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ang)