Garap 'Gig Economy', Bank Ini Sukses Lakukan Transformasi Digital

Inkana Izatifiqa R Putri - detikFinance
Jumat, 22 Okt 2021 23:16 WIB
Logo BRI Agro
Foto: Moch Prima Fauzi/detikcom

Terakhir, perseroan mentransformasikan aspek sumber daya manusia (SDM). Sistem manajemen SDM tradisional yang berbasis lumbung (silo) dan cara berpikir jumud akan diubah menjadi sistem manajemen SDM berbasis talenta, dengan cara berpikir berorientasi pertumbuhan.

Dengan strategi tersebut, tidak heran saham AGRO September lalu resmi masuk ke dalam FTSE Global Equity Index untuk saham berkapitalisasi pasar kecil. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja dan strategi perseroan dinilai inline dengan ekspektasi investor global.

Mengacu strategi perseroan yang legit menyasar gig economy, di tengah kinerja fundamental kuat sebagai bank digital dengan profitabilitas tertinggi, dukungan Grup BRI, serta prospek pertumbuhan ke depan, BRI Agro terpilih menjadi pemenang penghargaan CNBC Indonesia Award untuk kategori 'The Most Prospective Digital Bank 2021'.

Tak hanya itu, BRI Agro juga sukses melakukan transformasi digital tanpa mengorbankan laba. Dalam hal ini, BRI Agro membangun ekosistem digital melalui sektor ultra-mikro dan informal.

Meski sedang bertransformasi menjadi bank digital murni dan modal intinya masih di bawah Rp 6 triliun (tepatnya di Rp 4,2 triliun), BRI Agro telah membukukan laba bersih. Per Juni 2021, total pendapatan bunga bersih ini naik 34,21% (yoy) menjadi Rp 434 miliar. Sementara itu, laba bersih tumbuh 30% yoy menjadi Rp 26 miliar.

Melansir data Tim Riset CNBC Indonesia, enam dari 11 bank digital masih memikul net loss. Jika dirata-rata, industri bank digital murni masih merugi Rp 73 miliar, dengan kontraksi laba bersih sebesar minus 143% (yoy) per Juni 2021. Dengan demikian, catatan laba bersih BRI Agro benar-benar menjadi oase di tengah gersangnya profitabilitas di industri bank digital murni.

Tatkala beberapa bank mini 'mengosongkan' portofolio kredit, BRI Agro juga masih beroperasi penuh dengan rasio kredit terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) sebesar 84% atau paling dekat dengan batas ideal sebesar 80%. Mereka juga sukses memangkas persentase kredit bermasalah (non performing loan/NPL) secara gross hingga nyaris separuhnya, menjadi 4,59%.

Dengan berbagai keunggulan tersebut,terutama melihat permodalan yang kuat (CAR > 20%), kinerja intermediasi yang stabil, dan profitabilitas terbaik, BRI Agro terpilih menjadi pemenang CNBC Indonesia Award 2021 untuk kategori 'The Most Profitable Digital Bank'.

"Kami berharap penghargaan ini mendorong perseroan untuk terus menjaga profitabilitasnya sebagai bagian dari upaya menjaga value bagi pemegang saham publik, meski secara bersamaan berekspansi ke platform digital. BRI Agro membuktikan bahwa going digital, bukan berarti bearing losses," ujarnya dilansir dari CNBC Indonesia, Jumat (22/10/2021).


(ncm/hns)