ADVERTISEMENT

Karyawan Bank Ini yang Ogah Divaksinasi Siap-siap Dipecat!

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 29 Okt 2021 09:43 WIB
Businesswoman Checking E-mail Online on Laptop
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawpixel
Jakarta -

Bank investasi dan jasa keuangan, Citigroup mengatakan kepada pada para stafnya yang berbasis di Amerika Serikat (AS) kalau mereka akan diminta untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19 penuh jika ingin tetap bekerja.

Dalam sebuah unggahan di LinkedIn, Kepala Sumber Daya Manusia (SDM) Citi Sara Wechter mengatakan pemerintah AS adalah klien besar dan penting dari bank. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk mengikuti perintah yang dikeluarkan pemerintahan Biden untuk menjalankan vaksinasi COVID-19 lengkap.

"Kami memiliki kewajiban untuk mematuhi Perintah Eksekutif yang dikeluarkan oleh Gedung Putih yang mengamanatkan bahwa individu yang mendukung kontrak pemerintah divaksinasi sepenuhnya, sebuah perintah yang akan berdampak pada sebagian besar rekan kami," tulis Wechter dikutip dari CNN, Jumat (29/10/2021).

Sebagai informasi, pada September lalu Presiden AS Joe Biden menandatangani sebuah perintah eksekutif yang mengamanatkan kalau para karyawan yang melakukan bisnis dengan pemerintah sudah harus divaksinasi COVID-19.

Pemerintah AS telah menetapkan batas waktu hingga 8 Desember 2021 untuk mematuhinya. Oleh sebab itu, seorang pejabat Citi mengatakan bahwa pihaknya sangat mendorong para karyawan untuk menerima vaksinasi.

Bahkan bank tersebut akan memberi insentif sebesar US$ 200 atau sekitar Rp 2,84 juta (kurs Rp 14.200) kepada karyawan untuk menyerahkan bukti vaksinasi COVID-19 pada 8 Desember.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Pejabat Citi tersebut juga mengatakan kepada para karyawan kalau mereka harus menyerahkan bukti vaksinasi paling lambat 14 Januari 2022 sebagai syarat kerja. Pihak bank akan melakukan segala cara untuk membantu staf mendapatkan vaksinasi agar tidak dipecat.

Selain itu, dikatakan kalau faktor lain di balik mandat vaksin di Citi adalah keinginan perusahaan untuk melindungi karyawannya.

"Memiliki tenaga kerja yang divaksinasi memungkinkan kami untuk memastikan kesehatan dan keselamatan rekan kerja kami saat kami kembali ke kantor di AS," tulis Wechter.

Meski demikian, Citi mengatakan kalau pihaknya akan menilai semua permintaan untuk akomodasi keagamaan, medis atau lainnya berdasarkan kasus per kasus.

"Kami telah membuat keputusan untuk mewajibkan rekan-rekan yang berbasis di AS untuk divaksinasi sepenuhnya sebagai syarat pekerjaan," tulis Wechter.

(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT