Antisipasi Lonjakan COVID-19 di Nataru, Stok Obat Aman?

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 08 Nov 2021 14:13 WIB
Medication prepared for people affected by Covid-19, Remdesivir is a selective antiviral prophylactic against virus that is already in experimental use, conceptual image
Foto: iStock
Jakarta -

Pemerintah harus mengantisipasi jika terjadi ledakan kasus COVID-19 di musim libur Nataru. Kebutuhan obat juga harus dipastikan terpenuhi untuk pasien positif virus Corona jika yang tertular melonjak. Lantas apakah pasokan obatnya aman?

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir memaparkan Holding BUMN Farmasi turut mengantisipasi jika terjadi ledakan kasus COVID-19 di musim Nataru dari sisi suplai obat-obatan.

"Kita harus mengantisipasi seandainya nanti Nataru ada lonjakan sehingga kami juga sudah menyiapkan stok obat untuk yang digunakan selama ini untuk penanganan COVID-19," katanya dalam rapat dengan Komisi IX DPR RI, Senin (8/11/2021).

Pihaknya sudah menyiapkan stok obat-obatan, terutama untuk empat kategori utama, yaitu Favipiravir, Remdesivir, Oseltamivir, dan Ivermectin.

"Kalau kita simulasikan sesuai dengan dosis, sebagai contoh untuk Favipiravir, stok yang kita miliki sekarang itu sanggup untuk menangani sampai 335.000 pasien, dan kita tentunya berharap tidak akan sampai lonjakannya seperti yang ada di gelombang kedua," jelasnya.

Kemudian untuk Remdesivir, stoknya diestimasikan cukup untuk 21.538 pasien, Oseltamivir sekitar 1.220.000 pasien, dan Ivermectin 626,8 ribu pasien.

"Kami dari sisi distribusi obat-obat ini sudah terdistribusikan ke titik-titik di mana nanti memang kebutuhannya nanti bisa didapatkan oleh masyarakat seandainya ada lonjakan," tambahnya.

(toy/fdl)