Terpilih Jadi Chairman IFSB, Gubernur BI Pamer QRIS di Arab

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 12 Nov 2021 20:30 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Wrjiyo
Foto: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Wrjiyo (istimewa/BI)

Sementara itu, BI-FAST merupakan suatu terobosan bagi Bank, termasuk perbankan syariah, dan Lembaga selain Bank untuk dapat memfasilitasi layanan transfer yang seketika (real time) dan sepanjang waktu (24/7) serta terintegrasi dengan sistem pembayaran nasional.

Pertemuan bilateral dengan SAMA menghasilkan beberapa hal, diantaranya untuk mendorong kerja sama cross-border payment Indonesia-Arab Saudi termasuk kemungkinan menggunakan QRIS, digitalisasi sistem pembayaran, dan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah secara internasional, pembentukan IFSB regional hub, serta dukungan dari SAMA kepada Indonesia sebagai Presidensi G20 pada 2022 mendatang.

Pada pertemuan dengan SBP, Gubernur SBP menyampaikan apresiasi atas perkembangan digitalisasi di Indonesia, serta disepakati untuk dibuat Structured Bilateral Cooperation antara kedua lembaga, dengan fokus digitalisasi dan komunikasi.

Dalam hal ini, SBP sangat ingin mempelajari program-program BI di kedua bidang, yang dianggap berhasil. Sementara itu, pertemuan dengan IsDB menghasilkan beberapa program insitiatif nyata untuk mendorong kerja sama ekonomi dan keuangan syariah internasional, terutama di bidang perdagangan dan inklusi keuangan.

Pertemuan ini diikuti oleh 8 (delapan) negara anggota EC IFSB, yaitu Arab Saudi, Oman, Turki, Nigeria, Pakistan, Malaysia, Brunei, dan Indonesia. Rangkaian pertemuan dilanjutkan dengan menghadiri The 15th IFSB Summit dimana Gubernur BI sebagai salah satu pembicara utama, pertemuan bilateral dengan Gubernur Saudi Central Bank (SAMA), Gubernur State Bank of Pakistan (SBP), dan Pimpinan Islamic Development Bank (IsDB).

Pada IFSB Summit yang mengangkat tema "Digital Transformation of Islamic Financial Services: Opportunities, Challenges and Policy Implications", Gubernur BI mengangkat keberhasilan digitalisasi di Indonesia, yang tidak hanya fokus pada layanan finansial, namun juga ekonomi termasuk syariah.


(kil/dna)