BI Hari Ini Umumkan Suku Bunga: Naik, Turun atau Tahan Lagi?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 18 Nov 2021 08:45 WIB
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan lagi suku bunga acuannya. Kini BI 7 Days Repo Rate turun jadi 5,5%.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Hari ini Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan. Salah satunya adalah pengumuman suku bunga acuan.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengungkapkan BI diprediksi akan menahan suku bunga acuan di level 3,5%.

Dia menyebut hal ini karena sesuai dengan pernyataan BI jika masih akan mempertahankan kebijakan akomodatif dalam jangka pendek pada RDG bulan lalu. Kemudian dari sisi inflasi saat ini masih berada di bawah target bank sentral yaitu 2%-4%.

Kemudian dari sisi nilai tukar, Rupiah memang cenderung melemah dibandingkan saat RDG bulan lalu, namun tingkat depresiasinya masih di batas moderat.

"Dengan kondisi demikian, BI diperkirakan belum akan menaikkan suku bunganya dalam waktu dekat," kata dia, Kamis (18/11/2021).

Josua menyebut dari perspektif kebijakan tapering, BI paling cepat mulai melakukan pada pertengahan tahun depan sebagai respon antisipasi penguatan dolar AS serta tingkat inflasi.

Selanjutnya, Bank Sentral AS the Fed belum akan melakukan kenaikan suku bunga lebih cepat. Hal ini sejalan dengan kondisi pasar tenaga kerja AS yang belum membaik secara konsisten.

Selain itu The Fed berulang kali menyatakan bahwa inflasi yang terjadi saat ini cenderung bersifat temporer. "Dari pernyataan The Fed tersebut, diperkirakan BI akan menunggu sinyal dari indikator perekonomian AS yang pulih untuk mengantisipasi pengetatan dari The Fed yang lebih cepat dari perkiraan," jelas dia.

Kemudian jika tekanan inflasi 2022 cenderung lebih tinggi dari perkiraan, di mana dipengaruhi oleh pemulihan konsumsi domestik, serta potensi kenaikan inflasi yang disebabkan oleh supply chain disruption. Maka BI diperkirakan akan mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunganya pada akhir tahun depan.

Kemudian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menyebut bank sentral perlu terus mempertahankan suku bunga acuan di level 3,5%.

Hal ini karena pelonggaran moneter saat ini berpotensi memperparah arus modal keluar. "Kita masih jauh dalam tahap ideal untuk mengimplementasikan pengetatan moneter tanpa membahayakan pemulihan di sektor riil. Karena itu, menahan suku bunga kebijakan di angka 3,5% merupakan langkah yang dirasa tepat untuk saat ini," jelasnya.



Simak Video "Sumur Garam Tua ini Sudah Ada dari Zaman Belanda"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)