ADVERTISEMENT

Bukti Warga +62 Belum Melek Keuangan, Nomor PIN Pun Diumbar

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 06 Des 2021 08:05 WIB
Uang Rupiah Baru
Ilustrasi/Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah yakni menaikkan literasi keuangan yang terbilang masih sangat rendah. Buktinya masih ada saja masyarakat yang belum memahami pentingnya kerahasiaan nomor Personal Identification Number (PIN).

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara menjelaskan menurut data 2019 inklusi keuangan masyarakat Indonesia sudah mencapai 76%. Namun yang untuk literasi atau tingkat kesanggupannya baru 38%.

"Ini dua-duanya masih rendah, literasi keuangan itu 50%-nya dari inklusi. Jadi orang dewasa yang sudah berhubungan dengan dunia keuangan 76%, tapi yang mengerti baru 38%," tuturnya di Bandung, Minggu (5/12/2021).

Tirta memberikan contoh kasus penerima bansos non tunai dalam bentuk kartu. Masyarakat di daerah bahkan masih mengumbar PIN yang seharusnya hanya dia yang tahu.

"Penerima bansos di wilayah remote ada yang tidak paham dengan digitalisasi. Mereka menerima kartu bansos non tunai untuk ambil sembako di warung. Mereka dikasih nomor PIN, karena takut lupa karena ambilnya kan kadang 3 bulan sekali, dicatat PIN-nya di atas kartunya, terus dikasih ke orang. Padahal PIN itu rahasia. Ini yang perlu dididik," terangnya.

Tirta melanjutkan, hal yang lebih parah adalah tingkat literasi keuangan digital yang masih sekitar 36%. Itu pun masih banyak yang belum memanfaatkan keuangan digital dengan maksimal.

"Jadi apakah responden itu pakai, ya dia pakai, tapi hanya untuk pembayaran tagihan. Itu hanya 31% dari 36% yang tadi paham. Jadi masih relatif rendah, ini kita dorong terus," tutupnya.

Simak video 'Soal Data Pribadi Dijual Bebas yang Selalu Kecolongan':

[Gambas:Video 20detik]



(das/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT