ADVERTISEMENT

Terbata-bata Ngadu ke DPR, Korban Asuransi: Kami Sangat Lelah!

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 06 Des 2021 13:30 WIB
Sri Mulyani, Gubernur BI, dan Ketua OJK di Komisi XI DPR
Ilustrasi Komisi XI/Foto: Sylke Febrina Laucereno/detikFinance
Jakarta -

Komunitas korban asuransi AXA Mandiri, AIA, dan Prudential mendatangi Komisi XI DPR RI untuk rapat dengar pendapat (RDP) panja industri jasa keuangan. Para korban berharap mendapatkan dukungan dari legislatif.

"Bapak-bapak Komisi XI yang saya hormati, saya Ibu Maria Tri Hartati sebagai koordinator korban asuransi AIA, AXA Mandiri, dan Prudential," kata Maria saat menyampaikan aspirasinya di hadapan Komisi XI DPR RI, Senin (6/12/2021).

Dengan segala kerendahan hati, dia menjelaskan demi kepentingan masyarakat Indonesia yang telah menjadi korban karena diceburkan ke dalam produk asuransi berkedok investasi, memohon dan mendesak agar permasalahan yang mereka alami bukan hanya didengarkan saja.

"Tetapi kami mendesak agar dibantu penyelesaiannya dan dilakukan perubahan dan perbaikan perasuransian di Indonesia," sambungnya.

Maria menegaskan kedatangan para korban ke Gedung DPR bukan untuk meminta ganti rugi kepada Dewan, bukan juga meminta ganti rugi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang perwakilannya turut hadir dalam RDP.

"Saya meminta kepada DPR dan OJK agar mendesak semua perusahaan asuransi beserta bank-bank tempat penjualan untuk bertanggung jawab atas semua yang terjadi," tuturnya.

Kemudian Maria mulai berbicara sambil terbata-bata, suaranya terdengar lirih seperti menahan tangis. Dia menyampaikan harapannya agar kedatangan para korban tidak berakhir sia-sia.

"Semoga tidak sia-sia pengorbanan kami sampai harus datang ke Jakarta berulang kali. Kami sudah sangat lelah, tenaga, pikiran, dan materi karena kami tidak pernah meminta sepeser uang dari para korban, saya datang ke sini benar-benar hanya untuk mencari keadilan dan untuk perbaikan perasuransian di Indonesia," tuturnya.

"Hanya kekuatan Tuhan lah andalan kami. Semoga asuransi bisa kembali ke marwahnya dan semua yang terjadi bisa dipertanggungjawabkan," tambah Maria.

(toy/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT