Bikin Nyesek Dada! Kisah Pilu Emak-emak Jadi Korban Gagal Bayar Bumiputera

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 10 Nov 2021 19:00 WIB
nasabah bumiputera ojk
Foto: Danang Sugianto/detikcom
Jakarta -

Para nasabah korban gagal bayar AJB Bumiputera kembali menggelar aksi damai. Di aksi yang ke-4 ini mereka masih menuntut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mencairkan kelebihan dana cadangan untuk membayar klaim nasabah yang sudah terkatung-katung.

Ada sekitar 50 orang lebih berjejer di depan kantor OJK. Mereka memakai kaos yang sama bertuliskan 'Korban Asuransi Bumiputera'.

Mayoritas massa adalah ibu-ibu alias emak-emak. Mereka membentangkan berbagai spanduk dan karton bertuliskan aspirasi mereka.

Orator yang mengatur jalannya aksi terus menerus membacakan pantun. Isinya menuntut OJK untuk membayarkan klaim mereka.

"Dari Depok pergi ke Bekasi, bawa oleh-oleh sambel terasi. Wahai para pejabat OJK jangan kebanyakan diskusi, cepat bayar klaim kami," tutur sang orator di depan Gedung Pusat OJK, Rabu (10/11/2021).

Risa, salah satu orator massa menegaskan bahwa mereka datang menuntut OJK untuk mencairkan kelebihan dana cadangan Bumiputera. Menurutnya dana itu seharusnya bisa membayarkan klaim para nasabah yang sudah jatuh tempo.

"Data dari kami sudah valid, kalau mau cairnya ada namanya, ada alamatnya, ada nomor polisnya, ada nomor rekeningnya, bukan abal-abal," tuturnya.

Risa menegaskan bahwa pihaknya sudah memberikan data-data para nasabah Bumiputera yang tergabung dalam Tim Biru. Total ada sekitar 500 data polis yang sudah diberikan.

Ini bukan pertama kalinya Tim Biru melakukan aksi. Total sudah 4 kali mereka menggelar aksi damai.

"Kami bukan pengemis tapi dipaksa mengemis meminta uang kami sendiri. Kami sudah lelah demo, tapi kami akan terus melakukannya sampai disetujui pencairan dana kelebihan Bumiputera," tuturnya.

Risa sendiri mengaku klaim polisnya seharusnya jatuh tempo susah sejak 2018 dengan nilai Rp 70 juta. Namun hingga kini belum ada kejelasan terkait pencairan dana tersebut.

Ada cerita pilu dibalik perjuangan Risa menuntut haknya. Baca di halaman berikutnya.

Lanjutkan membaca ==>



Simak Video "Sumur Garam Tua ini Sudah Ada dari Zaman Belanda"
[Gambas:Video 20detik]