Bye-bye Tunai, Bayar Infak di Masjid Kini Cukup 'Pakai Jempol'

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 12 Des 2021 11:30 WIB
Bank DKI terus mendorong penerapan transaksi non tunai disegala lini. Termasuk dalah hal berinfaq. Mudahnya beramal di zaman digital.
Foto: dok. Bank DKI
Jakarta -

Digitalisasi telah menyentuh berbagai aspek. Bahkan, layanan infak di masjid pun kini sudah digital.

Layanan tersebut salah satunya disediakan Unit Usaha Syariah (UUS) Bank DKI. Pembayaran infak secara non tunai di masjid-masjid di DKI Jakarta bisa dilakukan menggunakan QR Code JakOne Mobile atau QRIS. Masyarakat yang ingin beramal maupun berdonasi dapat melakukan metode Scan to Pay menggunakan aplikasi JakOne Mobile.

"Unit Usaha Syariah Bank DKI terus berinovasi menghadirkan kemudahan bertransaksi bagi nasabah melalui layanan perbankan digital JakOne Mobile dengan layanan scan to infaq untuk mempermudah masyarakat beramal, bayar zakat, infaq dan sedekah melalui QRIS di lebih dari 2.400 masjid di DKI Jakarta," kata Direktur Kredit UMK dan Usaha Syariah Bank DKI, Babay Parid Wazdi dalam keterangannya, Minggu (12/12/2021).

Berkat itu, UUS Bank DKI meraih penghargaan Bank Syariah Regional Inovasi Digital Terbaik dari Anugerah Syariah Republika 2021 yang diselenggarakan oleh Republika secara virtual.

Masyarakat juga dapat memanfaatkan fitur JakOne Mobile untuk pilihan pembayaran zakat dan infak melalui berbagai lembaga seperti Bank DKI Peduli, Baznas (Bazis) DKI Jakarta, LazisMU, Masjid Al-Azhar, NU Care, Yayasan ACT, Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Yayasan Kanker Indonesia DKI Jakarta, ataupun lembaga donasi lainnya.

Dukungan layanan perbankan secara non tunai ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam menyalurkan sebagian rezekinya untuk berzakat dan berdonasi selain menggunakan metode lainnya seperti melalui menu transfer antar rekening.

Perkembangan UUS Bank DKI juga tampak dari kinerja keuangan Unit Usaha Syariah pada kuartal III tahun 2021. UUS Bank DKI menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 6,44 triliun per September 2021, atau tumbuh sebesar 19,2% dari Rp 5,40 triliun per September 2020. Pembiayaan tersebut didominasi oleh penyaluran pembiayaan pada sektor produktif sebesar Rp 4,37 triliun, atau 67,9% dari total pembiayaan, dan sektor konsumtif sebesar Rp 2,06 triliun.

Pertumbuhan DPK UUS Bank DKI tumbuh 27,3%, yakni sebesar Rp 4,51 triliun per September 2021 dibandingkan periode September 2020 sebesar Rp 3,54 triliun. Berbagai pencapaian kinerja keuangan tersebut pun telah mendorong peningkatan aset yang tumbuh sebesar 21,3% dari Rp 5,80 triliun per September 2020 menjadi Rp 7,04 triliun per September 2021.



Simak Video "Wow! Persija Diguyur Bonus Ratusan Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)