Daripada THR Nganggur, Mending Dipakai Buat Ini Aja

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 15 Apr 2021 05:30 WIB
Ilustrasi THR
Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Masyarakat kembali dilarang mudik Lebaran tahun ini demi mencegah penyebaran pandemi COVID-19. Larangan ini berlaku bagi seluruh lapisan masyarakat.

Meski begitu, setidaknya para pekerja terutama pegawai swasta bisa lebih tenang, berkat aturan Kementerian Ketenagakerjaan yang mewajibkan pengusaha membayar tunjangan hari raya (THR) paling lambat H-1 sebelum lebaran.

Bila diingat ke belakang, tahun lalu, pemerintah memperkenankan pengusaha yang terdampak pandemi mencicil THR karyawannya. Namun, kali ini kelonggaran itu tidak berlaku lagi.

Bagi yang menerima THR tentu jadi punya dana lebih yang tak banyak terpakai karena mudik dilarang. Lantas, uangnya bisa dipakai untuk apa ya?

Menurut Chairman & President Asosiasi Perencanan Keuangan International Association of Register Financial Consultant (IARFC) Indonesia Aidil Akbar sebagian THR tadi baiknya diinvestasikan.

Tujuannya agar THR tak habis sia-sia bahkan semakin bertambah oleh karena adanya keuntungan yang didapat dari instrumen investasi yang dipilih.

"Kalau dalam kondisi sekarang sih tetap lebih baik diinvestasikan," ujar Aidil kepada detikcom, Selasa (13/4/2021).

Namun, sebelum diinvestasikan, ada baiknya diperhitungkan juga kebutuhan apa saja yang harus dipenuhi selama Ramadhan dan Lebaran nanti. Jadi, tak semua uang THR diinvestasikan tapi dibagi-bagi dulu untuk kebutuhan sehari-hari, kebutuhan tak terduga, baru sisanya diinvestasikan.

"Penuhi dulu biaya-biaya di bulan puasa itu, misalnya apa? Biaya hidup kan pasti naik, naik 10-20% dari sebelumnya biasanya, menu buka puasalah inilah itulah, ada biaya zakat, biaya THR buat orang-orang yang kerja sama kita buat ART misalnya, atau mungkin kalau di kompleks ada uang keamanan kompleks, tukang sampah, tukang sapu, dll," paparnya.

Hal serupa disampaikan oleh Perencana Keuangan sekaligus Pendiri dari Mitra Rencana Edukasi, Mike Rini Sutikno. Menurut Mike, ada baiknya THR ditabung atau diinvestasikan.

"Kalau saya lebih menyarankan memang masukin ke produk keuangan yang dia risikonya rendah tapi masih tetap memberikan tingkat keuntungan," kata Mike.

Beberapa produk keuangan yang dimaksud Mike seperti deposito, emas, atau reksa dana pasar uang. Bisa pilih salah satu, bisa juga dibagi-bagi kepada berbagai instrumen investasi lainnya.

"Sepertiganya ke deposito, sepertiganya ke reksa dana pasar uang, sepertiganya lagi ke emas," katanya.

Sisanya, bisa dipakai untuk membeli keperluan sehari-hari atau keperluan hari raya lainnya.

"Sisanya (THR) dipakai untuk bayar zakat, infak, dan kebutuhan hari raya yang lain, makanannya, busana ibadahnya dan lainnya," imbuhnya.

(ara/ara)