Year in Review 2021

Geber Digitalisasi, Ini Deretan Inovasi Bank Mandiri Saat Pandemi

Jihaan Khoirunnisa - detikFinance
Selasa, 04 Jan 2022 11:57 WIB
Logo Bank Mandiri
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk semakin serius dalam melakukan percepatan transformasi digital sebagai bagian dari strategi utama dalam mendorong bisnis berkelanjutan. Hal ini ditunjukkan lewat upaya Mandiri yang terus meningkatkan ekosistem digital banking.

Corporate Secretary Mandiri, Rudi As Aturridha mengatakan saat ini 98,6 persen dari total transaksi perbankan telah beralih ke digital. Lebih lanjut, Rudi pun merinci deretan terobosan dan inovasi digitalisasi yang telah dilakukan Bank Mandiri sepanjang tahun 2021 di masa pandemi COVID-19.

Memperbarui Livin' by Mandiri

Beberapa bulan lalu, Bank Mandiri telah meluncurkan versi ter-update dari aplikasi Livin'. Kali ini, aplikasi tersebut hadir dengan sejumlah fitur baru yang dapat dinikmati oleh nasabah. Di antaranya fitur pembukaan rekening secara online sehingga nasabah tidak perlu datang ke kantor cabang.

Nantinya nasabah bisa membuka rekening secara cepat dan aman hanya dalam waktu 5 menit, dengan teknologi pengenalan wajah yang terkoneksi langsung ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Selain itu juga ada fitur integrasi dengan seluruh e-Wallet, fitur Intip Saldo, fitur top up e-money, hingga pembayaran melalui QR code.

"Fitur terbaru Super Apps Livin' by Mandiri memungkinkan nasabah mengelola rekening dengan mudah lewat kolaborasi ekosistem Bank Mandiri," jelas Rudi.

Inovasi Branch of the Future

Di samping itu, Rudi menyebut perusahaan juga berencana mengonversi ratusan cabang konvensional menjadi cabang digital. Hal itu dilakukan seiring meningkatnya transaksi digital. Cabang digital tersebut nantinya akan memungkinkan nasabah dalam melakukan layanan perbankan secara mandiri.

Dikatakan Rudi, saat ini Mandiri telah memiliki 3 cabang bank digital yang berlokasi di Jakarta. Yakni di Mall Center Park dan Kota Kasablanka yang sudah sepenuhnya digital, maupun Plaza Indonesia yang masih bersifat hybrid. Atau dengan kata lain, sebagian pelayanan dapat dilakukan secara mandiri, sementara lainnya masih harus dibantu oleh teller di tempat.

"Ke depannya kami akan kurangi layanan cabang tradisional dan tambah layanan yang bisa langsung mengalami self service. Termasuk nanti kita mungkin akan mempersiapkan digital box tempat nasabah bisa melakukan transaksinya," tutur dia.

Kopra by Mandiri

Bertepatan dengan momen Ultah ke-23, Bank Mandiri juga meluncurkan layanan digital komprehensif bertajuk Wholesale Digital Super Platform Kopra by Mandiri. Layanan tersebut bertujuan untuk memberikan single access yang menjadi pusat aktivitas dan informasi dan transaksi finansial bagi komunitas bisnis pelaku usaha di segmen wholesale berikut ekosistemnya secara end-to-end dari hulu ke hilir.

Adapun layanan dari Kopra by Mandiri terbagi menjadi tiga varian. Yakni Kopra Portal yang bisa diakses masyarakat walau belum memiliki user ID dan password kopra. Kemudian ada Kopra Host to Host bagi nasabah di sistem di Bank Mandiri serta Kopra Partnership yang bisa menyesuaikan dengan kebutuhan nasabah dalam mengatur ekosistem dari bisnis.

"Konsep single access yang diusung oleh Kopra by Mandiri membuat nasabah lebih praktis dan holistik dalam menjalankan aktivitas finansial dan pemantauan transaksi keuangan di Bank Mandiri, efisien dan mudah mengakses informasi produk di Bank Mandiri, serta memberikan kemudahan kontrol, alokasi dan monitoring funding, serta lending di level entitas maupun grup usaha," terang Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Panji Irawan.

(akn/ara)