Investasi Bodong Terbongkar (Lagi) di Lamongan, Kerugian Ditaksir Rp 250 M!

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 11 Jan 2022 13:28 WIB
Menangkal Investasi Bodong
Foto: Menangkal Investasi Bodong (Tim Infografis Fuad Hasim)
Jakarta -

Penipuan berkedok investasi masih berkeliaran di Indonesia. Kali ini sebuah investasi bodong di Lamongan dibongkar oleh korban yang mengaku rugi Rp 115 juta.

"Investasi bodong! Dicari Silvy Arbiyati dan Adam Manoch. Penggelapan dan penipuan uang Rp 5 miliar dari beberapa orang, dari saya sendiri Rp 115 juta. Pelaku sudah tidak bisa dihubungi dan tidak ada yg tau keberadaannya. Ada yg blg di Bandung, Lamongan, Kalimantan," kata salah satu korban berinisial RAM dikutip dari media sosialnya, Selasa (11/1/2022).

RAM menjelaskan kronologi bisa tertipu investasi bodong ini karena diiming-imingi oleh Silvy bahwa dalam sepuluh hari uang akan bertambah. Katanya investasi dikelola sendiri bersama suami, di mana uang akan diputarkan menggunakan trading dan diinvestasikan kembali ke beberapa tokonya seperti toko baju, gerai boba, online store, dan usaha lainnya.

"Misalnya Rp 500 ribu jadi Rp 700 ribu, Rp 800 ribu jadi Rp 1,2 juta, Rp 1 juta jadi Rp 1,5 juta dan seterusnya," jelasnya.

Silvy menjanjikan ke setiap member bahwa jika terjadi kerugian atau uang hilang, maka dia akan mengembalikan modal 100%. Selama investasi 2 bulan pertama (November-Desember 2021), RAM menyebut proses transaksi berjalan lancar bahkan yang bersangkutan sering memberikan bonus berupa uang dan tiket hotel untuk menginap.

Nah puncaknya pada 7 Januari 2022, terbongkar bahwa investasi ini bukan dikelola oleh Silvy dan ada pihak lain. "Silvy mengatakan bahwa dia mengalami lose/uang hilang di trading. Silvy membuat pengakuan bahwa trading ini bukan dilakukan oleh dia tetapi oleh Bilad (pihak pertama sebenarnya)," jelasnya.

Beberapa member pun mencari tahu mengenai informasinya hingga diketahui ini merupakan investasi bodong dan Silvy bukan pihak pertama, melainkan pihak kedua (reseller). Pihak pertama adalah Billad yang saat ini disebut sudah diamankan di Polres Lamongan.

Ternyata selama ini keuntungan dari investasi tidak melalui trading, melainkan melalui Member Get Member (MGM) di mana uang member yang masuk pada hari itu, dipakai untuk menutupi uang yang akan cair pada hari itu.

Lihat juga video 'Bareskrim Terima Laporan Korban Investasi Bodong Mark Al':

[Gambas:Video 20detik]




Lanjut halaman berikutnya.

Jadi skema yang dilakukan ini mencari downline atau semacam ponzi. Selain Silvy, ada 35 orang yang menjadi reseller investasi bodong ini salah satunya Arum di mana mereka menyetor uang kepada pihak pertama yaitu Billad untuk mendapatkan fee.

"Fee sebanyak Rp 100 sampai Rp 200 ribu per slot, Silvy ini per harinya bisa kurang lebih 500 slot. Silvy berdalih bahwa ini adalah MGM yang dilakukan oleh pihak pertama sehingga dia menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya kepada pihak pertama. Tetapi diketahui, semenjak 30 Desember 2021 sampai 7 Januari 2022, Silvy sudah mengetahui ini dan melakukan MGM sendiri," bebernya.

"Dan uang yang sudah jelas saat ini ada di tangan Silvy adalah Rp 100 juta karena uang itu hasil dari open slot pada tanggal 7 yang belum diputarkan dan belum dikirim ke pihak pertama. Keluarga Sylvi sudah angkat tangan dan tidak mau tanggung jawab, rumah sudah kosong," tambahnya.

Saat ini belum diketahui pasti berapa total korban dan kerugian. Dilansir dari akun @lamongan**pdat*, para korban meminta kejelasan uang mereka dengan total kurang lebih Rp 250 miliar.

(aid/fdl)