Nyicil Rumah di AS Makin Mahal, Ini Lho Sebabnya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 14 Jan 2022 08:42 WIB
Ilustrasi Rumah Minimalis
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Pada 2022 suku bunga hipotek di Amerika Serikat (AS) mengalami kenaikan, bahkan ke level tertinggi.

Hipotek alias mortgage ini merupakan utang berupa kredit jangka panjang dengan hak tanggungan atas properti dan peminjam kepada pemberi pinjaman sebagai jaminan terhadap kewajibannya.

Di Indonesia, hipotek ini biasanya dikenal dengan kredit pemilikan rumah (KPR).

Dikutip dari CNN disebutkan suku bunga hipotek di AS saat ini 3,45% untuk jangka waktu 30 tahun. Padahal minggu sebelumnya bunga tercatat 3,22%.

Kepala Ekonom Freddie Mac, Sam Khater mengungkapkan sejauh ini kenaikan bunga belum mempengaruhi permintaan masyarakat. Tapi kenaikan yang relatif cepat diprediksi bisa menekan permintaan.

"Suku bunga naik di semua jenis pinjaman. Bahkan untuk tenor 30 tahun flat juga naik hampir 0,25% minggu lalu," ujar dia dikutip dari CNN, Jumat (14/1/2022).

Kenaikan bunga ini didorong oleh statement Federal Reserve yang akan mengambil langkah untuk menekan inflasi dengan kenaikan suku bunga.

Selain itu kenaikan bunga ini juga disebabkan oleh mulai menggeliatnya perekonomian paska pandemi COVID-19. Manajer Riset Realtor.com George Ratiu mengungkapkan ekonomi AS paska pandemi diproyeksi lebih cerah.

"Omicron tidak berdampak signifikan walaupun kasus positifnya tinggi. Ekonomi diramal bisa lebih cerah dan bullish," kata Ratiu.

Namun kenaikan bunga hipotek dan harga rumah yang tinggi ini bisa mempengaruhi pola pembeli. Hari ini pembeli rumah di AS rata-rata harus membayar lebih mahal karena kenaikan bunga.

"Harga mulai naik, konsumen mulai merasa tertekan. Ini akan menjadi tantangan untuk pembeli rumah pertama," jelas dia.

Mortgage Bankers Association mencatat pengajuan KPR di AS mengalami kenaikan. Hal ini karena banyaknya orang yang ingin membeli rumah. Ke depan mereka memproyeksi jika permintaan masih tetap kuat meskipun ada kenaikan harga.

(kil/zlf)