COVID-19 Menggila Selamatkan BPJS Kesehatan dari Kebangkrutan

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 19 Jan 2022 14:16 WIB
Mahkamah Agung (MA) mengabulkan judicial review Peraturan Presiden (Perpres) tentang Jaminan Kesehatan. Hasilnya, kenaikan iuran BPJS dibatalkan.
BPJS Kesehatan/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akhirnya mengklaim bahwa keuangannya sudah sehat di akhir 2021. Lantas apa yang membuat keuangan BPJS Kesehatan positif?

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti menegaskan memang 2021 menjadi rekor, setelah bertahun-tahun defisit akhirnya BPJS Kesehatan mengalami keuangan yang positif.

"Jadi kalau ditanyakan, kok bisa-bisanya BPJS Kesehatan bisa positif, gimana ceritanya bertahun-tahun negatif kok bisa positif? Saya kira ada 3 hal," tuturnya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR RI, Rabu (19/1/2022).

Ghufron menjelaskan, pertama adalah setelah adanya penyesuaian iuran. Meskipun dia mengakui ada gejolak saat muncul pembahasan kenaikan iuran. "Memang waktu itu ramai, termasuk dengan DPR beberapa waktu lalu. Itu adalah kenaikan penyesuaian tarif (BPJS Kesehatan)," terangnya.

Kedua, menurutnya adalah pandemi COVID-19. Ternyata meledaknya kasus positif COVID-19 di 2021 membuat masyarakat takut ke rumah sakit, sehingga klaimnya menurun drastis.

"Waktu COVID-19 itu masyarakat agak takut ke rumah sakit, kecuali sangat perlu. Sehingga klaimnya agak turun," terangnya.

Sementara faktor terakhir adalah kerja keras manajemen BPJS kesehatan itu sendiri. Berbagai efisiensi dilakukan, termasuk juga melakukan pengembangan keuangan.

Lihat juga video 'Menkes Budi: Deteksi Dini Penyakit Kronis Akan Ditanggung JKN':

[Gambas:Video 20detik]



Lanjut halaman berikutnya soal keuangan BPJS Kesehatan yang akhirnya positif.