Korban Asuransi Unitlink Mau Ngadu ke Jokowi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 24 Jan 2022 10:04 WIB
Korban Asuransi Unitlink
Foto: Korban Asuransi Unitlink (Fuad Hasim/detikcom)
Jakarta -

Komunitas korban asuransi Axa Mandiri, Prudential dan AIA akan mengadukan masalah yang mereka hadapi ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Koordinator komunitas, Maria Trihartati mengungkapkan jika para korban ini akan terus menuntut keadilan.

"Kami akan terus beraksi dan menyampaikan pada Presiden Joko Widodo. Kami juga akan mendatangi Ombudsman dan DPR," kata Maria saat dihubungi detikcom, Senin (24/1/2022).

Maria mengharapkan agar para pemangku kepentingan bisa mengambil langkah untuk membenahi masalah perasuransian ini. "Demi masyarakat Indonesia, jangan ada korban lagi! Demi perubahan!," jelasnya.

Sebelumnya para nasabah ini melakukan aksi di beberapa kantor asuransi mulai dari Prudential, AXA Mandiri dan AIA.

Maria mengungkapkan jika dulunya para agen tidak pernah menjelaskan terkait risiko yang mungkin bisa ditemui di masa depan.

Saat itu para agen cuma membeberkan potensi keuntungan. "Jadi cuma yang manis-manis saja mereka sampaikan, nggak dikasih tahu risikonya," kata Maria.

Karena itu Maria bersama kawan-kawannya sempat bermalam di kantor Prudential demi mendapatkan kejelasan dari pihak manajemen.

Maria mengatakan, para nasabah AIA sudah mendatangi AIA Central untuk bertemu dengan manajemen perusahaan dan juga meminta kejelasan. Namun pihak manajemen tak mau menemui nasabah. Maria mengungkapkan nasabah sudah datang ke kantor AIA untuk bertemu dengan manajemen.

"Tetapi pihak AIA menyatakan bahwa semua keputusan sudah diberikan kepada saya sebagai penerima kuasa tetapi penawaran yang disampaikan kepada kami saat di OJK Lampung sudah kami tolak," jelas dia.

Kemudian mereka juga telah mendatangi kantor AXA Mandiri. "Kami juga sudah mendatangi AXA Mandiri tetapi tidak menginap," jelas dia.

Lihat juga video 'Blak-blakan Wanda Hamidah soal Kekecewaan Terhadap Pihak Asuransi':

[Gambas:Video 20detik]



(kil/eds)