Dirut Asabri: Saya Paham Betul Cara Direksi Nyuri

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 25 Jan 2022 20:15 WIB
Gedung Asabri / Ilustrasi Asabri
Asabri/Foto: Andhika Prasetia/detiknews
Jakarta -

Direktur Utama PT Asabri (Persero) Wahyu Suparyono berjanji akan mengawasi seluruh manajemen perusahaan yang berniat menggerogoti keuangan. Jika ketahuan akan langsung diusulkan untuk diberhentikan.

Wahyu mengaku pengalamannya bekerja di BPKP menjadikan dirinya paham gelagat manajemen perusahaan yang ingin melakukan korupsi. Dirinya juga mengaku sudah sering menemukan aksi korupsi dari manajemen saat dia menjadi Dirut PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (DKB)

"Ini persoalan hati pak. Saya kenyang pak lihat gimana si cara direksi korupsi, baik itu di DKB. Saya paham betul pak cara direksi nyuri. 17 tahun saya deputi investigasi di BPKP, saya akuntan murni," tuturnya dalam rapat dengan Komisi VI DPR, Selasa (25/1/2022).

"Saya masuk tuh mesti saya tanya, saya mau jadi dirut atau auditor, kalau auditor ketangkep semua. Ini waktu di DKB contohnya, hanya waktu itu saya mau presentsasi di DKB sudah dipanggil dulu sama pak Menhan dan pak Erick, bahwa you beresin Asabri," tambahnya.

Wahyu mengaku kaget setelah masuk ke Asabri. Bahkan dirinya menyebut Asabri sebagai sarang korupsi. Dirinya tak gentar meski dia menjabat sebagai dirut yang pertama dari kalangan sipil

"Wih itu sarang pak, 10 direksi utama, saya sipil pertama. Orang pada bingung kok berani, nggak apapa, ini persoalan hati pak mengelola BUMN," tegasnya.

Wahyu juga mengklaim bahwa dirinya bisa membaca banyak siasat dari para oknum yang hendak melakukan korupsi di tubuh BUMN. Hal itu didapatnya karena berpengalaman di dunia akuntansi.

"Saya ini dolanan akuntansi 30 tahun pak, jadi paham betul itu, sampai nyolongnya direksi saya paham, dari nyolong kartu kredit, aduh pak, hafal pak. Saya harus sampaikan ini negeri ini masih bisa diperbaiki," ucapnya.

(das/fdl)