Dalam 3 Hari, Modal Asing Rp 5,34 Triliun Cabut dari RI

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 28 Jan 2022 15:35 WIB
Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah pada sore ini kian menunjukkan penguatan. Per pukul 15.10 WIB, US$ 1 berada di Rp 15.299.
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mencatat pada data transaksi 24-27 Januari 2022 nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp 5,34 triliun.

Dalam Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah disebutkan ini terdiri dari jual neto di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 5,32 triliun dan jual neto di pasar saham Rp 0,02 triliun.

Kemudian berdasarkan data setelmen sampai dengan 27 Januari 2022, non residen jual neto Rp 2,34 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp 5,72 triliun di pasar saham. BI juga mencatat premi credit default swap (CDS) Indonesia 5 tahun naik ke level 88,81 bps per 27 Januari 2022 dari 86,60 bps per 21 Januari 2022.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono mengungkapkan bank sentral juga mencatat berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu IV Januari 2022, perkembangan harga pada Januari 2022 tetap terkendali dan diperkirakan inflasi sebesar 0,53% (mtm).

"Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Januari 2022 secara tahun kalender sebesar 0,53% (ytd), dan secara tahunan sebesar 2,15% (yoy)," jelas dia dalam siaran pers, Jumat (28/1/2022).

Penyumbang utama inflasi Januari 2022 sampai dengan minggu IV yaitu komoditas Bahan Bakar Rumah Tangga (BBRT) sebesar 0,12% (mtm), daging ayam ras sebesar 0,09% (mtm), tomat dan beras masing-masing sebesar 0,05% (mtm), telur ayam ras, sabun detergen bubuk/cair dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,03% (mtm), bawang merah sebesar 0,02% (mtm), cabai rawit, minyak goreng, jeruk, mie kering instan, bawang putih, kangkung, gula pasir dan emas perhiasan masing-masing sebesar 0,01% (mtm).

Sementara itu, komoditas yang mengalami deflasi yaitu cabai merah sebesar -0,05% (mtm) dan tarif angkutan udara sebesar -0,02% (mtm).