ADVERTISEMENT

BTN Jadi Dapat Suntikan Modal Negara Rp 1,8 T?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 08 Feb 2022 12:37 WIB
Nasabah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. sedang bertransaksi menggunakan salah satu mesin ATM Bank BTN di Jakarta, Selasa (3/11). Pada periode libur bersama  kemarin, perseroan mencatatkan 1,42 juta transaksi melalui ATM dengan nilai mencapai Rp644,85 miliar terhitung sejak 28 Oktober hingga 1 November 2020. Pada periode yang sama, nasabah Bank BTN juga terpantau menggunakan layanan mobile banking perseroan dengan 883,95 ribu transaksi senilai Rp180,73 miliar. Bank BTN terus melakukan berbagai strategi untuk meningkatkan layanan  elektronik banking terutama untuk mempermudah layanan khususnya kepada nasabah pada masa pandemic COVID-19.
Foto: dok. Bank BTN
Jakarta -

Beberapa BUMN bakal mendapat suntikan penyertaan modal negara (PMN) tahun ini. Bank BTN salah satunya, bank yang fokus pada kredit perumahan ini bakal mendapatkan Rp 1,8 triliun.

Uang sebesar itu rencananya akan disuntikkan dalam rangka rights issue saham Bank BTN. PMN yang disuntikkan akan mempertahankan saham pemerintah agar tidak terdelusi.

Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo menyatakan sampai saat ini pihaknya masih menunggu suntikan modal negara. Maka dari itu, untuk aksi korporasi yang bakal dilakukan pun masih menunggu proses pencairan PMN.

Sayangnya, Haru enggan menjelaskan secara rinci kapan pencairan PMN akan dilakukan. Dia hanya mengatakan semua masih menunggu keputusan pemerintah.

"Corporate action sekarang masih on going. Kami masih masukkan rencana PMN, penambahan modal masih on. Kalau sampai di mana sekarang? Kami masih menunggu kepastian keputusan pemerintah," ujar Haru dalam konferensi pers virtual, Selasa (8/2/2022).

Dalam catatan detikcom, Bank BTN berencana akan membidik penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sekitar 1,2 juta hunian untuk masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah dalam lima tahun ke depan.

Untuk mendukung rencana bisnis perseroan itu, BTN membutuhkan tambahan modal. Rencananya, bank tersebut akan melakukan right issue untuk membidik dana hingga Rp 5 triliun. Nah, PMN yang disuntikkan sebesar Rp 1,8 triliun akan mempertahankan dominasi kepemilikan negara di BTN, dengan begitu saham negara tidak akan terdelusi.

Awalnya, PMN diusulkan sebesar Rp 2 triliun. Namun pada akhirnya, dalam rapat kerja Menteri BUMN Erick Thohir dan Komisi VI DPR, disepakati PMN hanya akan diberikan Rp 1,8 triliun kepada BTN.

Di sisi lain, Direktur Keuangan, Perencanaan dan Treasury BTN Nofry Roni Poetra juga menyatakan perusahaan akan menerbitkan surat utang lagi tahun ini.

Obligasi akan diterbitkan untuk menghimpun dana sebesar Rp 1 triliun. Rencananya hal itu bakal dilakukan di sekitar kuartal II atau III tahun ini.

"Untuk menjaga kontinuitas pasar di obligasi, kami akan menerbitkan obligasi lagi pada tahun ini. Kami akan terbitkan Rp 1 triliun yang prosesnya akan kami lakukan di kuartal II atau III," ungkap Nofry.



Simak Video "Terbukti Terima Suap, Eks Dirut BTN Divonis 3 Tahun Penjara"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT