BAHAYA! Pinjol Ilegal Masih Aja Gentayangan, Jangan Mau Dirayu

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 15 Feb 2022 15:47 WIB
Memutus Rantai Jebakan Pinjol Ilegal
Foto: detik
Jakarta -

Pinjaman online alias pinjol ilegal saat ini masih bergentayangan mencari korban. Mereka menawarkan kecepatan proses pencairan hingga kemudahan syarat. Namun di balik itu semua ada bahaya yang mengintai yaitu data yang dicuri, ancaman sampai kekerasan ketika penagihan.

Apalagi pinjol ilegal ini juga tidak masuk dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga benar-benar membahayakan masyarakat.

Masyarakat juga diminta untuk waspada terhadap tawaran keuntungan maupun kemudahan dari perusahaan pinjol ini. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) bersama Pemerintah Daerah Jawa Barat melakukan berbagai edukasi dan program keuangan bagi masyakarat.

Tujuannya adalah menghimbau kepada masyarakat agar waspada terhadap tawaran keuntungan maupun kemudahan-kemudahan dari perusahaan illegal yang tidak secara resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

bank bjb berperan aktif memberikan layanan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk akses permodalan maupun layanan edukasi. UMKM adalah salah satu sektor ekonomi yang produktif dan punya ketahanan ekonomi yang tinggi.

"Bank bjb bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki program pinjaman memformulasikan warga yang belum bankable untuk mendapat pinjaman uang di bank. Kami punya program kredit bjb Mesra. Program ini dibuat khusus pelaku usaha mikro yang kesulitan modal dan tidak mematok bunga serta agunan," ujar Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldy, Selasa (15/2/2022).

Dia mengungkapkan bank bjb juga mempunyai aplikasi "loan onboarding" yakni pemberian kredit berbasis digital.

"Aplikasi BJB Laku adalah untuk segmen UMKM seperti kredit Mesra dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Selain itu terdapat pembiayaan untuk segmen konsumer Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga para pensiunan," jelasnya.

Menurut Yuddy, program pinjaman dari bank bjb diharapkan dapat memberikan pertolongan melalui inovasi dan solusi atas layanan perbankan.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan arahan agar bank bjb sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) mengemban tugas-tugas pembangunan salah satunya mengentaskan kemiskinan, seperti melawan pinjol ilegal, rentenir dan lain sebagainya. Dirinya pun mengungkapkan keresahan menyusul adanya pinjaman online (pinjol) ilegal yang marak di tengah masyarakat.

Untuk itu, Ridwan Kamil berharap agar bank bjb mengimplementasikan pertumbuhan ekonomi 2022 dengan kekuatan transformasi digital untuk mengantisipasi warga tidak terjerat praktik pinjol ilegal.

"Sebagai BUMD Jabar, bank bjb bisa memberikan dampak positif. Tidak hanya untuk warga Jabar, melainkan juga menyeluruh ke berbagai provinsi di Indonesia," ujar Ridwan Kamil.

(kil/dna)