ADVERTISEMENT

2 Calon Pengawas Bank OJK Adu Ide, Bicara Tantangan Hingga Literasi Keuangan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 06 Apr 2022 18:05 WIB
Wakil Kepala PPATK Dian Ediana Rae
Dian Ediana Rae/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon anggota dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) digelar hari ini dan besok. Salah calon yang diuji hari ini adalah Dian Ediana Rae dan Ogi Prastomiyono untuk mengisi posisi Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK.

Dalam paparannya Dian mengungkapkan masih ada masalah pada industri keuangan. Oleh karena itu perlu dijaga integritas sistem keuangan perlu diterapkan dalam pengawasan industri keuangan nasional.

Dia menjelaskan ada ruang pada pengaturan dan pengawasan yang sangat lebar dari satu lembaga ke lembaga lain seperti bank, pasar modal, dan IKNB.

"Seperti bank umum bank umum saja masih dibagi BUKU 1-4. Bagaimana kita mengawasi industri keuangan secara efektif tanpa melakukan terobosan yang berarti di dalam konteks regulasi dan sistem pengawasan kita. Harus menyesuaikan perkembangan yang complicated ini," kata dia di Komisi XI DPR RI, Jakarta Selatan, Rabu (6/4/2022).

Tantangan berikutnya adalah kemajuan pada sektor keuangan. Saat ini teknologi di industri keuangan bisa menjadi tantangan sekaligus peluang karena ada risiko pada perkembangan tersebut.

Dia menjelaskan ke depan transformasi digital yang dilakukan oleh industri keuangan yang sangat signifikan dan harus diperhatikan jangan sampai menciptakan suatu ancaman baru kepada stabilitas sistem keuangan. "Tak bisa dipungkiri, kita bergerak ke arah yang sangat digitally ke depannya. Ini mungkin masalah-masalah yang harus kita tangani secara baik," jelas dia.

Menurut Dian, ada beberapa tantangan yang mungkin ditemui misalnya kompleksitas struktur sistem keuangan. Persoalan ini merupakan hal yang sangat penting untuk membuat sistem keuangan nasional bisa berjalan secara efisien, terintegritas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Nah struktur keuangan kita sangat bervariasi dengan sistem pengawasan yang perbedaan regulasi. Tetapi bermain di pasar yang sama ini salah satu akibatnya belum bisa dikatakan bahwa sistem keuangan kita itu belum efisien. Kalau Kita mencoba mendefinisikan sebetulnya kita harus melakukan analisis yang bisa menyimpulkan bahwa pasar keuangan kita berfungsi maksimal dan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat," ucapnya.

Kemudian calon Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Ogi Prastomiyono menyampaikan jika saat ini literasi keuangan di Indonesia masih rendah.

"Saya punya konsep bukan kerja OJK saja, di OJK ada yang membawahi tapi jasa keuangan harus dilibatkan, termasuk lembaga keuangan," jelas dia.

(kil/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT