Ragam Pengemplang BLBI: Tak Terdeteksi hingga Pindah-pindah Negara

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 22 Apr 2022 16:40 WIB
Infografis Daftar Penerima Dana BLBI
Ilustrasi/Foto: Tim Infografis: Fuad Hasim
Jakarta -

Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) mengungkap dari 46 obligor/debitur yang tengah ditangani, 11 di antaranya berada di luar negeri dan satu sering pindah-pindah negara.

"Kemudian kita mencoba melihat mereka ada di mana. Ada yang 11 di luar negeri, 35 di dalam negeri. Yang di dalam negeri ini juga ada yang kita belum tahu keberadaannya," kata Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara, Purnama Sianturi dalam Bincang DJKN, Jumat (22/4/2022).

Ia mengatakan dari 11 obligor/debitur yang di luar negeri itu, 10 berada di Singapura kemudian satu lagi berpindah-pindah negara. Sayangnya Purnama enggan memberikan nama dari obligor/debitur yang di luar negeri itu.

"Sepanjang yang kami lihat di dalam data mereka ada di Singapura. Ada 1 orang berpindah-pindah negara tapi kami tidak bisa menyebutkan namanya siapa. Semuanya dari 11 tadi 10 itu di Singapura," jelasnya.

Hingga saat ini masih terus mengejar obligor/debitur yang harus membayar kewajibannya kepada negara. Secara total Satgas BLBI ditugaskan untuk mengejar sekitar 200 obligor/debitur.

Pengejaran utang BLBI kepada obligor/debitur dilakukan bertahap. Untuk tahap pertama tengah dikejar 46 obligor/debitur. Hingga Maret 2022, baru selesai mengantongi aset dari 26 obligor/debitur yang totalnya Rp 19 T.

"Sudah dilakukan penanganan itu baru 25 obligor/debitur. Jadi Rp 19 triliun itu dari 25 obligor/debitur. Sedangkan 21 masih dalam penanganan awal," jelasnya.

Purnama mengakui, tidak diketahuinya keberadaan obligor/debitur merupakan tantangan bagi Satgas BLBI. Tidak hanya itu ada beberapa tantangan lainnya.

Seperti aset properti/barang jaminan dikuasai oleh pihak ketiga. Pemindahtanganan aset kepada pihak ketiga secara ilegal. Barang jaminan belum diserahkan oleh obligor/debitur. Gugatan dari obligor/debitur/pihak ketiga, dan barang jaminan tidak menutup utang.

(eds/eds)