Laba Bank Mandiri Teriris Lagi

NPL Gross Membengkak

Laba Bank Mandiri Teriris Lagi

- detikFinance
Selasa, 30 Mei 2006 17:37 WIB
Jakarta - Kinerja Bank Mandiri belum juga membaik. Pada triwulan I 2005, bank dengan aset terbesar ini membukukan laba bersih sebesar Rp 510 miliar yang berarti turun 1,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 519 miliar.Laba per saham dasar juga turun menjadi Rp 25 dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 26."Penurunan laba bersih karena meningkatnya beban bunga," kata Direktur Bank Mandiri Omar S Anwar dalam jumpa pers kinerja di kantor pusat Bank Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (30/5/2006).Omar menambahkan, pendapatan bunga untuk kuartal I 2006 sebenarnya mengalami peningkatan 36,2 persen, yakni dari Rp 4,777 triliun pada tahun lalu menjadi Rp 6,507 triliun.Namun pendapatan bunga bersih justru turun karena meningkatnya beban bunga. Pendapatan bunga bersih pada kuartal I 2006 turun 6,7 persen menjadi Rp 2,210 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 2,370 triliun.NPL gross mengalami peningkatan dari 17,8 persen pada tahun lalu menjadi 26,2 persen. Peningkatan NPL ini menurut Omar akibat pengaruh dari penguatan kurs rupiah akhir-akhir ini.Akibat penguatan rupiah, outstanding NPL terpengaruh Rp 1,1 triliun dan juga terjadi downgrade atau penurunan kualitas kredit Rp 1,5 triliun."Hal ini juga karena kondisi debitor yang buruk akibat meningkatnya kurs dan menurunnya daya beli. Debitor-debitor besar juga terpengaruh oleh sektor ekonomi yang juga slowdown antara lain debitor yang bergerak di sektor tekstil dan kayu," jelas Omar.Saat ini Bank Mandiri memfokuskan diri pada 30 obligor terbesar yang memiliki porsi 60-70 persen dari total NPL. Per kuartal I 2005, total kredit yang disalurkan sebesar Rp 105,075 triliun, dibandingkan periode yang smaa tahu lalu Rp 99,514 triliun.Sedangkan total DPK sebesar Rp 198,082 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 171,016 triliun. LDR mengalami penurunan dari 58,3 persen menjadi 53 persen. CAR termasuk market risk juga turun menjadi 24,6 persen, dari 25,8 persen. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads